Backpacker ke Dieng, dan menikmati pesona alamnya

0
1020

Dieng, dikenal sebagai negeri di atas awan. Di Dieng inilah terletak desa tertinggi di Tanah Jawa. Saat ini Dieng menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Tengah. Terutama di akhir pekan, akan ada banyak wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara yang mengunjungi tempat ini. Puncak dari kunjungan wisatawan ke Dieng adalah pada saat Dieng Culture Festival yang diadakan setiap tahunnya.

Dieng terbelah menjadi dua, yaitu Dieng Kulon (barat) yang menjadi milik Banjarnegara, dan Dieng Wetan (Timur) yang menjadi milik dari Kabupaten Wonosobo. Dieng memiliki suhu yang sangat dingin dibandingkan dengan wilayah lain di Pulau Jawa, hal ini dikarenakan Dieng terletak di ketinggian rata-rata 2000 mdpl.

Backpacker ke Dieng menjadi yang pertama dari rangkaian perjalananku menuju Sabang.

Yups, Dieng menjadi spot pertamaku dalam menjalani rangkaian trip Backpacker menuju Sabang. Ada beberapa faktor yang membuatku memutuskan Dieng menjadi salah satu tempat singgah pertama dalam rangkaian perjalanan ini. Salah satunya adalah faktor lokasi. Yups, Aku berasal dari kota Temanggung, jaraknya sekitar 40 KM dari Dieng, yah kuanggap perjalanan Backpacker Ke Dieng ini sebagai pemanasan sebelum berjalan lebih jauh lagi.

Baca juga : Backpacker Keliling Indonesia (1)

Baca juga : Cerita Naik Bus Ke Aceh

LBaca juga : Tips Wisata ke Sabang, Aceh Ala Backpacker

Nebeng dari rumah demi Trip Backpacker ke Dieng.

Backpacker Ke Dieng
Nebeng pertama kali ke Dieng

Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim.. , kubulatkan tekad berangkat dari rumah menuju Dieng dengan cara nebeng. Sebenernya, nebeng adalah hal baru bagiku. Aku belum pernah mencoba cara ini untuk travelling ke tempat yang aku inginkan. Dari pengalamanku nebeng ke Dieng, prosesnya tidak sulit ataupun perlu waktu lama guys. Ternyata masih banyak orang baik di Indonesia. Untuk menuju kesana ak nebeng dua kali hingga sampai di Kota Wonosobo, dan dari kota menuju Dieng, aku baru gunakan angkutan umum.

Menginap di Harumi Homestay Dieng.

Backpacker ke dieng
Menginap di Harumi Dieng Homestay and Resto.

Aku menginap di Harumi Homestay Dieng. Lokasinya strategis, berada di antara Kota Wonosobo dan Dieng. Jadi kalo kita mau explore tempat wisatanya, kita bisa langsung naik lagi ke Dieng, tapi kalo mau explore kuliner di Wonosobo, kalian juga bisa kembali turun lagi kira-kira 30 menit perjalanan.

Alasanku untuk stay di Harumi Homestay yang masih sekitar 10 KM dari pusat kawasan wisata Dieng adalah karena cuacanya yang tidak terlalu dingin. Di kawasan Dieng, cuaca bisa sangat dingin ekstreme. Tapi tenang guys, di Harumi Homestay kalian tetap bisa menikmati udara segar khas pegunungan. Cocoklah bagi kalian yang mau menghilangkan stress karena penat bekerja. Harganya juga tidak terlalu mahal kok, per room cuma 200 ribu rupiah per malam untuk weekday, dan 250 ribu rupiah untuk weekend and holiday. Kalo kalian backpackeran berdua atau bertiga jadinya bisa lebih murah.

Nah Harumi Homestay juga menyediakan sewa motor bagi kalian yang mau explore Dieng dan merasakan sensasi belaian sejuknya angin Dieng. Cek link Harumi Homestay Dieng ini kalo kalian mau booking disana juga. Enaknya kita bisa booking duluan, tapi bayarmya di hotel.

Explore Air Terjun Sikantong.

Air Terjun Sikantong
Air Terjun Sikantong.

Nah kalo kalian menginapnya di Harumi Dieng Homestay, Kalian bisa request ke ownernya (Pak Suratno) ke Air Terjun Sikantong, lokasinya di belakang Homestay, jalan kaki kira-kira 30 menit. Air terjunnya keren buaangeeet guys. Masih sepi, ga ada orang lain selain kita malahan.

Karena belum dikomersilkan sama warga setempat, jadi kalian bisa mengunjunginya gratis tis tis tis. Disini kalian bisa mengilhami anugerah ciptaan Yang Maha Kuasa yang luar biasa indah. Berdiam diri sejenak di Air Terjun Sikantong ini bisa membuat jiwa kita menjadi tenang.

Meskipun air terjunnya cantik, kalian tetap harus hati-hati ya, guys. Aliran airnya deras banget, kalo mau nyeberang arusnya, usahakan nyari batu yang bisa buat pijakan atau yang bisa dijadikan pegangan, kalo ada teman yang lain, usahakan untuk selalu mengawasi ya.

Ada hal yang sedikit kusayangkan, ada banyak sampah yang tersangkut di bebatuan ataupun di pepohonan sepanjang aliran sungai menuju air terjunnya guys. Ini akibat ulah manusia-manusia yang membuang sampah sembarangan. Mereka tidak pernah berpikir, kemana akhir dari perjalanan sampah-sampah itu. Apabila ini terus berlanjut, bisa-bisa sampah-sampah yang terbawa arus sungai akan mengendap ratusan tahun di lautan. Bisa jadi 50 tahun lagi, akan ada lebih banyak sampah di lautan daripada ikan yang berenang.

So please keep clean bumi kita ya guys. Sayangilah bumi seperti kita menyayangi diri kita sendiri.

Indahnya Sunrise di Puncak Sikunir.

Backpacker ke Dieng
Sunrise di Puncak Sikunir.

Tidak lengkap rasanya kalo kalian backpacker-an ke Dieng tapi tidak menikmati indahnya Sunrise Sikunir. Memang perlu usaha extra untuk bisa sampai di Puncak Sikunir. Mulai dari bangun jam 3 pagi sampai dengan mendaki dari tempat parkir motor sampai dengan puncaknya. Butuh waktu sekitar 45 menit naik motor dari Harumi Dieng Homestay tempatku menginap sampai dengan tempat parkir di bawah bukit Sikunir. Selama perjalanan naik motor kalian harus siap dengan dinginya suhu dieng di pagi hari. Jadi jangan lupa pakai jaket tebal, celana panjang, penutup telinga dan sarung tangan ya. Kalian ga akan nyesel deh kalo ikuti caraku.

Setelah sampai di parkiran, kalian harus mempersiapkan fisik dan mental untuk mendaki ke Puncak Sikunir. Kalo bisa sepatunya yang ga licin ya guys, kalo musim hujan jalanya licin banget, apalagi kalo sudah sampai jalanan tanah, kalian perlu extra hati-hati. Jangan lupa juga buat bawa senter, jalanannya gelap banget soalnya.

Nah, perjuangan hebat kalian akan terbayar lunas bila sudah sampai di puncak. Kalian akan disuguhi pemandangan sunrise yang tiada duanya. Konon katanya, pemandangan sunrise di Sikunir adalah pemandangan sunrise terbaik di Asia Tenggara. “Note : Asal cuaca bagus”

Menikmati Indahnya Danau Telaga Warna Dieng

Backpacker Ke Dieng
Danau Telaga Warna dari atas Batu Pandang Ratapan Angin

Setelah menikmati indahnya sunrise di Sikunir, aku melanjutkan perjalanan ke Danau Telaga Warna. Danau ini unik, karena sesuai namanya, danau ini bisa berubah warna. Proses perubahan warna ini terjadi karena danau telaga warna mempunyai kandungan sulfur yang sangat tinggi sehingga bisa menampakkan warna yang berganti-ganti karena pantulan sinar matahari.

Tidak jauh dari Telaga Warna, ada juga Telaga Pengilon. Kedua danau ini hampir sama besar. Tapi meskipun berdekatan, kedua danau ini memiliki karakteristik yang berbeda. Telaga Pengilon cenderung jernih dan tidak memiliki kandungan sulfur seperti Telaga Warna. Nah, ketika kita membeli tiket masuk untuk Telaga Warna, itu sudah termasuk untuk melihat Telaga Pengilon juga karena memang keduanya terletak dalam satu kawasan.

Selain bisa masuk ke dalam kawasan Telaga Pengilon dan Telaga Warna, kita juga bisa melihat keindahan danau tersebut dari Bukit Batu Pandang Ratapan Angin. Dari Bukit Batu Pandang Ratapan Angin, kedua danau tersebut akan nampak jelas. Waktu terbaik untuk mengunjunginya adalah pada pagi sampai siang hari. Karena kalo sudah sore, biasanya kedua danau tersebut akan berkabut.

Mampir Ke Kawah Sikidang, Dieng

Backpacker Ke Dieng

Tidak jauh dari Telaga Warna, kalian bisa mampir ke Kawah Sikidang. Kawah Sikidang ini terbentuk dari letusan gunung berapi yang meletus ratusan tahun yamg lalu. Tidak seperti kawah-kawah pada umumunya yang berada di atas gunung, dan agak susah untuk didaki, Kawah Sikidang ini gampang sekali untuk dijangkau karena berada di lokasi yang datar.

Ada hal unik yang terjadi pada Kawah Sikidang ini, rata-rata tiap 4 tahun sekali lokasi kawah berpindah-pindah seperti hewan Kijang, hal inilah yang mungkin membuat warga setempat menamai kawah ini dengan nama Kawah Sikidang. Di kawah ini, kita juga bisa mencoba merebus telur tanpa kompor, cukup taruh panci di atas kawah dan kita bisa merasakan sensasi makan telur rebus khas Kawah Sikidang.

Mengunjungi Kompleks Candi Dieng

Bqckpacker Ke Dieng

Tidak jauh dari Kawah Sikidang,kita bisa berkunjung ke Kompleks Candi Dieng. Kompleks Candi Dieng ini dibangun pada Abad Kedelapan oleh Dinasti Sanjaya. Karna lokasinya di Dieng, komplek candi ini dinobatkan menjadi kompleks candi tertinggi di Tanah Jawa.

Di kompleks ini terdapat beberapa candi yang masing-masing candinya dinamai dengan nama Tokoh Pewayangan Pandhawa seperti Arjuna, Bima dan Gatotkaca

Bertemu dengan Si Bocah Gimbal.

backpacker ke dieng
Rizi si Bocah Gimbal Dieng

Nah, kalo kita ngomongin Si Bocah Gimbal, memang cuma Dieng yang punya. Yups, bocah gimbal memang salah satu fenomena unik yang ada di Dataran Tinggi Dieng ini. Bocah gimbal tumbuh besar layaknya bocah yang lain, hanya saja mereka memiliki keistimewaan pada rambutnya.

Rambut dari para bocah gimbal memang bukan sembarang rambut. Rambut mereka tumbuh layaknya komunitas reggae. Kita tidak bisa sembarangan memotong rambut para bocah gimbal. Karena rambut gimbal mereka akan tetap tumbuh sampai mereka menjalani prosesi ruwatan.

Ruwatan yaitu sebuah prosesi yang harus dilalui untuk memotong rambut bocah gimbal. Syarat utama dalam menjalani prosesi ruwatan ini adalah, orang tua dari si bocah gimbal harus memenuhi keinginan mereka. Permintaan mereka memang bukan permintaan yang mahal, tapi kadang permintaan mereka itu unik. Kadang ada diantara mereka yang meminta sate telur puyuh 3 tusuk, sate ayam 3 tusuk, namun belinya harus di depan rumah sakit. Ada pula yang minta permen Yupi 3 bungkus dan kerupuk rambak 2 bungkus. Ada juga yang meminta sepeda yang berwarna pink. Ya seperti itulah permintaan dari para bocah gimbal sebelum menjalani prosesi ruwatan.

Setalah permintaan terpenuhi, barulah prosesi ruwatan bisa terlaksana. Dan setelah dipotong, rambut gembel yang telah dipotong akan dilarung di Telaga Warna. Banyak warga Dieng yang percaya bahwa bocah gimbal adalah titipan dari Nyai Roro Ronce yang berasal dari pantai selatan. Jadi dengan melarung rambut di telaga warna yang mereka yakini tersambung dengan laut selatan, ini menandakan bahwa mereka sudah mengembalikan rambut itu kepada pemiliknya.

Kuliner Dieng yang Harus Dicoba

Tidak lengkap rasanya kalo kita ngetrip Backpacker ke Dieng tanpa mencoba kuliner spesialnya. Satu makanan yang harus kalian rasakan ketika backpackeran ke Dieng yaitu Mie Ongklok. Mie Ongklok ini sejenis Mie dengan kuah agak kental berwana coklat yang cenderung berasa manis, ditambah dengan irisan tahu dan beberapa sayuran. Mie ini cocok dimakan dengan kondisi yang masih panas untuk mengimbangi hawa dingin Dieng.

Selain Mie Ongklok, kalian harus mencoba buah carica. Buah ini berasal dari Pegunungan Andes Peru. Di Tanah Jawa, carica hanya bisa tumbuh di Dieng, karena karakteristik buah ini hanya mau tumbuh di dataran tinggi yang basah. Buah ini banyak dijual di toko-toko souvenir di Dieng, sehingga cocok dijadikanoleh-oleh buat keluarga kita setelah Backpackeran ke Dieng.

Sekian dulu cerita artikel tentang Dieng ini ya guys. Jika kalian mau cari alternatif penginapan lain dengan gaya rumah warga lokal yang unik dan menarik. Silahkan klik link widget di bawah ini ya guys. Semoga perjalanan kalian ke Dieng menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

See you guys…..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here