Bus dari Medan ke Danau Toba! (Transport Terhemat)

2
555
Bus dari Medan ke Danau Toba

Hii guys, di artikel ini aku ingin share pengalamanku naik bus dari Kota Medan menuju Danau Toba. Kalian semua pasti tahu kan? Kalo Medan adalah ibukota Sumatera Utara, kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Hampir semua traveler baik wisatawan domestik maupun asing yang ingin mengeksplore Sumatera Utara pasti akan mampir ke Kota Medan terlebih dahulu, karena emang bandara, stasiun dan terminal bus utama provinsi Sumatera Utara ini ada di Kota Medan. 

Dan dari sebagian besar traveler yang sudah tiba di Medan, kebanyakan akan menuju ke Danau Toba, termasuk kalian yang sedang baca artikelku ini, bener ga tebakanku? Hahaha. Emang ga bisa dipungkiri, Danau Toba adalah magnet utama Provinsi Sumatera Utara. Gaung ketenarannya tidak hanya menjangkau seluruh pelosok tanah air namun juga menjangkau seluruh dunia. 

Awal Mula Cerita Perjalanan Naik Bus Medan-Toba

Perjalananku di Medan ini bermula setelah aku selesai menjalani Trip di Banda Aceh dan Sabang. Hari pertama di Medan, aku stay di Empire Inn Hostel. Planning awalnya sih, aku cuma mau stay di Medan sehari doank, tapi setelah check out dari Empire Inn, ak malah kepikiran buat stay lagi di Medan. Namun, ak pilih buat pindah penginapan, penginapanku yang kedua ini berada tepat di jantung Kota Medan, namanya Uno Capsule Hostel.

Beberapa hari tinggal di kota Medan, membuatku malas melanjutkan perjalanan. Ga tahu kenapa, aku merasa nyaman aja tinggal di kota ini. Tapi mau ga mau aku harus meninggalkan kota ini untuk menuju persinggahanku yang berikutnya yaitu Danau Toba.

Sebelum berangkat, ak tanya dulu ke mbak-mbak receptionist yang manis, gimana caranya buat menuju Danau Toba, mereka bilang kalo mau ke Danau Toba, aku harus pergi dulu ke bandara, terus dari bandara naik shuttle yang langsung menuju ke Danau Toba. Tapi aku pikir, kayaknya ga efektif deh kalo aku harus ke bandara dulu. Biayanya jadi double. Akhirnya aku tanya lagi, “ada opsi lain ga?” Mereka bilang ada, tapi aku harus ke Terminal Amplas dulu naik ojol baru kemudian naik Bus Sejahtera tujuan Parapat, spot terakhir untuk menyeberang ke Pulau Samosir.

Ak tanya lagi, “kenapa kalian ga ngasih tahu dulu opsi kedua ini?” Mereka bilang rute ini emang kurang populer karena fasilitas bus nya kurang bagus, mereka takut kalo tamu hostel nanti kecewa jika perjalanan mereka menuju ke Danau Toba jadi kurang nyaman. Apalagi kebanyakan tamu di hostel ini adalah bule, mereka khawatir turis-turis ini bakal kebingungan kalo naik transportasi publik yang ala kadarnya ini. 

Eittts, maka dari itu, melalui tulisan ini, aku mau mempopulerkan perjalanan dari Medan ke Danau Toba ini dengan cara naik bus umum, bahkan aku juga buat yang versi bahasa inggris, biar opsi ini juga populer buat  turis-turis asing. Jadi para wisatawan yang mau ke Danau Toba ga melulu pakai shuttle ataupun pakai agen travel, biar ada pemerataan ekonomi, hehehe. Kalian bisa  juga baca yang versi inggrisnya di link ini : Bus from Medan to Lake Toba.

Menurutku, traveling itu bukan melulu soal destinasi wisatanya, tetapi lebih ke pengalaman kita dalam menjalani perjalanan itu sendiri. Nah, untuk perjalanan naik bus dari Medan ke Toba ini, meski fasilitasnya kurang nyaman, tapi ada sisi positif lain yang bisa kita rasakan. Di perjalanan kita akan berbaur dengan penduduk lokal yang sehari-hari naik bus ini sehingga kita bisa memahami situasi dan kondisi ekonomi serta budaya masyarakat di sepanjang perjalanan yang kita lewati dari Medan hingga Parapat.

BACA JUGA : NAIK BUS DARI JAKARTA KE MEDAN (JALUR DARAT)

Cerita Lengkap Perjalanan ala Backpacker Naik Bus dari Medan ke Parapat, Danau Toba

Bus Sejahtera dari Medan ke Toba
Penampakan Bus Sejahtera.

Singkat cerita, waktu aku check out, ada kawan sesama backpacker di hostel yang juga mau pergi ke Danau Toba, namanya Henry, asal Finlandia. Akhirnya kita putusin buat pergi bareng. Dari hostel kita pesan ojol buat menuju Terminal Amplas. Tarifnya sekitar IDR 20.000.

Sampai di terminal, aku langsung tanya-tanya di mana lokasi Bus Sejahtera yang akan pergi ke Parapat. Dan ternyata ga sulit kok buat nemuin lokasi Bus Sejahtera ini. Ak dan Henry langsung naik ke Bus dan bayar IDR 40.000. Kita cuma nunggu 15 menit doank sampai bus ini berangkat. Sebelumnya kami ga tahu berapa jarak yang akan kami tempuh, ternyata setelah aku cek di Gmaps, jaraknya sekitar 170 KM. Lumayan jauh juga pikirku. Perjalanan naik Bus ini kita tempuh selama +-4 jam. Untungnya ak punya teman ngobrol, jadi perjalanan panjang ini ga terasa lama. Di bus kita saling bertukar wawasan tentang negara kita masing-masing. Lumayanlah, aku jadi makin banyak tahu tentang Finland.

Bus Medan Toba
Dalamnya Bus Sejahtera

Rute yang ditempuh Bus Sejahtera dari Medan menuju ke Parapat ini melewati 2 kota yang cukup populer di Sumatera Utara, yaitu Tebing Tinggi dan Pematang Siantar. Di sepanjang jalan tak lupa Pak Sopir menyetel lagu-lagu khas Batak diselingi lagunya Nella Kharisma yang saat itu baru ngetrend di daratan Sumatera yang berjudul “Kau Tercipta Bukan Untukku”. (“Tarik Sis, Semongko”)

Setelah menempuh setengah perjalanan, mataku tak henti-hentinya melihat pemandangan perkebunan karet dan sawit. Just FYI guys, Indonesia adalah eksportir terbesar dunia untuk sawit, dan terbesar kedua untuk karet. Sumut menjadi salah satu provinsi penyumbang terbesar kedua komoditi tersebut. Makanya tak heran kedua komoditi tersebut akan sering menghiasi perjalanan kita.

Oiya di tengah perjalanan, ada kejadian yang sangat memalukan. Sopir dan kernet Bus terlibat perkelahian dengan staf bus lain yang berpapasan di jalan. Kejadian ini terjadi 2 kali melibatkan 2 bus lain yang berbeda. Ak ga ngerti apa masalahnya, karena sebelum berkelahi mereka cekcok pakai Bahasa Batak yang ga ku ngerti artinya. Maksud hati sih aku ingin melerai, tapi apadaya, daripada nanti aku yang bonyok, mending aku diem aja. Untung aja warga-warga di pinggir jalan ada yang melerai. Cuman ak ngerasa malu aja sama Henry, ak khawatir dia menilai inilah cerminan Bangsa Indonesia, sukanya cekcok dan adu kekerasan. Semoga pas kalian kesana kalian ga ngalamin kejadian ini ya guys, aamiin….

Kapal Ferry dari Parapat ke Tuk Tuk, Toba Samosir.

Sekitar jam 5 sore, kita tiba di Parapat. Tapi kita ga turun tepat di pelabuhanya ya guys, masih harus jalan sekitar 5 menit dari tempat kita turun dari bus. So, jangan lupa bilang sama abang kernet, kalo kalian mau nyeberang ke Samosir, biar ga diturunin sampai tujuan akhir bus, jadi kalian ga akan jalan kejauhan.

200 meteran mendekati pelabuhan kami mendengar teriakan, “Cepat! Cepat! Cepat! Kapal mau berangkat!” Suaranya lantang khas Batak. Kami cukup beruntung, hampir saja kami ketinggalan ferry, waktu itu ferry yang kami tumpangi adalah ferry terakhir yang akan menyeberang ke Pulau Samosir. Telat 5 menit aja mungkin kami bakal ketinggalan dan mau ga mau harus cari penginapan di sekitar pelabuhan. Saranku, kalo kalian mau ke Danau Toba, cobalah checkout dari hotel di pagi hari biar ga ketinggalan kapal ferry. Jangan kayak aku, checkoutnya nunggu sampai mau diusir sama staf hotel, pikirannya cuman biar ga rugi karena dah bayar penginapan, wkwkwkwk. 

Pelabuhan Ferry di Parapat menuju Samosir
Pelabuahn Ferry di Parapat

Di pelabuhan kami ketemu sama backpacker lain asal Ukraina, panggilannya Art. Nah si Art ini yang bakal jadi teman jalan kita buat explore Pulau Samosir – Toba keesokan harinya. Oiya, tarif kapal ferrynya cuma IDR 15.000, murah banget kan? Lama perjalanannya sekitar 1 jam. Kapal ferry dari Parapat ini punya beberapa tujuan di Pulau Samosir. Nah kebetulan, Aku, Henry dan Art punya tujuan yang sama, yaitu Tuk Tuk. Tuk Tuk adalah salah satu daerah yang populer di Toba Samosir yang punya banyak resort maupun homestay ala backpacker.

Homestay di Tuk Tuk, Samosir, Danau Toba

Nah aku ada rekomendasi penginapan nih buat kalian yang ingin backpackeran di danau Toba. Namanya Bagus Bay Homestay. Lokasinya berada tepat di dermaga kapal ferry di Tuk Tuk, jadi kita ga perlu jalan jauh dari dermaga buat nemuin homestay ini. Suasananya juga adem banget, rimbun karena homestay ini luas dan ditanami banyak pepohonan. Harga yang termurah per malamnya cuma IDR 60.000, itu single cabin ya guys, private room, bukan dormitory. Di homestay ini juga tersedia meja biliard, lapangan basket dan voly.  Jadi kalo ga kemana-manapun kalian tetap bakalan ada hiburan.

Nah kebetulan, Henry dan Art juga stay di homestay ini, jadinya setelah kita sampai di homestay, kita begadang sampai malam buat main bilyard sambil bertukar cerita pengalaman traveling kita selama ini. Oiya, kalau kalian juga mau stay di homestay ini, kalian bisa booking melalui link ini ya guys “Bagus Bay Homestay ada opsi bayar di hotel juga kok, jadinya kalian ga perlu transfer dulu.

Bagi kalian yang mau explore Danau Toba, aku saranin buat sewa motor aja, karena di Samosir masih jarang angkutan umum. Dijamin kalo naik motor, kalian bisa lebih puas buat mengeksplore Pulau Samosir. Beruntung di depan homestay, ada penyewaan motor, sewa per hari cuman 70 ribu. Waktu itu aku patungan sama Henry dan si Art naik motor sendiri. Mulailah kita mengeksplore Danau Toba!

Okay guys, sekian dulu cerita perjalananku naik bus Medan Toba ini, kalo kalian pengen tahu cerita lengkap perjalananku di Danau Toba bahkan cerita lengkap Trip ku Keliling Sumatera Utara, kalian bisa lanjut ke artikel ini ya guys :Backpackeran Keliling Sumatera Utara dari Medan hingga Nias.  

Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kalian yang ingin menuju Danau Toba dari Medan menggunakan Bus. Apabila masih ada yang ingin ditanyakan, kalian bisa tanya melalui kolom komentar atau juga dengan cara DM melalui akun instagramku di @tint_arya. Selama aku ada waktu, aku akan balas setiap pertamyaan dari kalian.

See you in the next article guys!

Tinton Arya S. 

Baca juga : Trip Keliling Asean 3 Negara! Budget 5 jutaan doank.

Baca juga : Pilihan Transportasi Bandara International Yogykarta (YIA)



2 COMMENTS

  1. halo mas, informasinya sangat mencerahkan sekali.
    mau nanya, ini perjalanan nya dilakukan kapan ya? takutnya saat pandemi begini ongkos bus, ferry atau hotelnya berbeda.
    terima kasih

    • Saya jalan tahun 2019 mas. Kalo harganya mungkin ga berubah. Apalagi musim pandemi kan sepi, mungkin harga akomodasi bisa lebih murah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here