Jalan-jalan di Qatar, NEGARA TERKAYA DI DUNIA

1
2081
Museum of Islamic Art, Qatar
Museum of Islamic Art, Qatar

Mungkin banyak diantara kalian yang belum tahu bahwa Qatar adalah Negara Terkaya Di Dunia. Yups dan pada 2016 yang lalu aku berkesempatan untuk jalan-jalan di negara terkaya di dunia itu.

Berawal dari iseng-iseng searching di google dengan kata kunci NEGARA TERKAYA DI DUNIA yang menunjukkan fakta bahwa Qatar adalah negara terkaya di dunia, aku jadi sering membaca artikel tentang Qatar baik dari internet maupun majalah. Hingga akhirnya aku berkeinginan kuat untuk bisa mengunjungi negara terkaya di dunia tersebut.

Gara-gara pesawat delay.

Kesempatan jalan-jalan di Qatar ini sebenarnya adalah hal yang tidak pernah kusangka sebelumnya. Semua ini terjadi gara-gara pesawat delay. Ya, waktu itu kontrak kerjaku di kapal sudah habis. Aku harus kembali pulang ke Indonesia melalui Bandara di Barcelona menggunakan pesawat Qatar Airways dengan transit di Bandara Hamad International Airport, Qatar.

Saat di Barcelona, Pesawat Qatar Airways yang akan membawaku pulang mengalami delay. Aku tidak tahu apa penyebabnya, tapi delaynya tidak lama, hanya sekitar 30 menit. Tapi gara-gara delay tersebut, aku tidak bisa mengejar penerbangan berikutnya karena waktu transitnya cuma 1 jam. Waktunya sangat tidak cukup  karena setelah tiba di Bandara Hamad, pesawat berikutnya sudah mulai persiapan untuk lepas landas. 

Jalan-jalan di Qatar.

Aku justru merasa beruntung gara-gara pesawat delay ini, karena setibanya di Bandara Hamad ada petugas dari Qatar Airways yang menjemputku dan bilang bahwa pesawat berikutnya telah lepas landas lalu aku diberi opsi untuk menunggu penerbangan berikutnya di bandara sekitar 5 jam atau memilih penerbangan di hari berikutnya dengan kompensasi tinggal selama satu hari di hotel, Doha Qatar.

Jelas opsi kedua yang kupilih. Jalan-jalan di Qatar, negara terkaya di dunia sudah jadi keinginanku jauh-jauh hari sebelumnya, dan sekarang kesempatan itu tiba, pastinya tidak akan aku lewatkan, betul ga guys? Lagipula selama di Qatar, semua akomodasiku,mulai dari antar-jemput bandara, hotel hingga makan semua ditanggung oleh pihak Qatar Airways. Delay yang membawa berkah bukan?

Gratis menginap di hotel bintang 4 di Doha, Qatar.

Di Qatar aku menginap di Hotel Plaza Inn ( 4 star). Hotelnya nyaman cuy, gratis soalnya, hehehe. Tepat di samping hotel itu ada Masjid. Ak berkesempatan untuk menunaikan Shalat Dhuhur dan Ashar di sana. Hebatnya tiap waktu shalat masjidnya selalu penuh dengan jemaah. Meski penduduk Qatar itu kaya raya (jelaslah!orang negara terkaya di dunia) mereka tidak lupa untuk beribadah kepada Yang Maha Kaya. Beda dengan di Indonesia, masjidnya penuh cuma waktu Shalat Jumat atau Shalat Ied saja padahal negara kita memiliki populasi muslim terbesar di dunia.

Baca juga : Jalan – jalan di Monaco dan menelusuri keunikanya.

Baca juga : Tips Wisata ke Sabang Ala Backpacker.

Orang Qatar paling miskin.

Di masjid itu ak sempet ngobrol sama bapak takmir masjid yang berasal dari Indonesia. Beliau yang menyapaku terlebih dahulu gara gara lihat aku pakai sarung. “Indonesia atau Malaysia bang?” tanyanya padaku. ”Indonesia pak,” jawabku. Ya, dia bilang jarang-jarang liat orang pakai sarung di Qatar, makanya langsung kepikiran kalo saya ini dari Indonesia atau Malaysia.

Aku sempet ngobrol banyak dengan bapak itu. Aku tanya kepadanya apa betul Warga Negara Qatar itu kaya-kaya? Beliau jawab, “ Betul mas. Kiasannya seperti ini, semiskin-miskinya orang Qatar, dia tetap punya mobil sekelas Range Rover untuk dia sendiri, istri dan anak-anaknya. Itu paling miskin mas, ga terbayang yang kaya seperti apa.” Aku tercengang mendengarkan cerita beliau. Dan meski bapak itu bekerja sebagai takmir masjid, beliau mendapatkan fasilitas yang lumayan dari Pemerintah Qatar. Anak istrinya boleh dibawa ikut ke Qatar dan mendapatkan gaji jauh di atas standar orang yang bekerja di Indonesia. Bahkan anaknya pun dibiayai sekolah oleh Pemerintah Qatar dari TK sampai perguruan tinggi nantinya. Wow sekali batinku dalam hati. Jauh sekali dengan fasilitas dari pemerintah yang diterima takmir masjid di negara kita.

Mengunjungi Museum of Islamic Art di Doha, Qatar.

Museum of Islamic Art Doha, Qatar
Museum of Islamic Art Doha, Qatar

Di Qatar aku juga berkesempatan mengunjungi Museum of Islamic Art. Museumnya keren sekali guys. Banyak pelajaran yang bisa kuambil di dalamnya. Disana aku bisa liat peninggalan-peninggalan sejarah berharga dari Era Nabi Muhammad Saw sampai dengan Era Kejayaan Turki Ustmani. Di museum itu aku bisa lihat transkrip Al-Quran dari jaman Bani Umayyah. Aku juga melihat miniatur bola dunia atau yang kita kenal dengan globe. Konon globe pertama yang memuat informasi lengkap dan detail dibuat oleh ilmuan muslim dari Dinasti Umayyah di Andalusia akan tetapi kutub utara berada di bawah, dan kutub selatan berada di atas. Aku tidak tahu sejak kapan globe yang kita kenal sampai sekarang bisa berubah dari Utara yang di bawah menjadi di atas.

Di sana ada juga koleksi lengkap senjata-senjata yang digunakan oleh tentara Islam pada jaman dahulu. Sayang aku tidak punya foto lengkap akan koleksi-koleksi dari museum itu karena kameraku hilang. Tapi jangan khawatir guys, kalian bisa cek websitenya Museum Of Islamic Art, disana ada penjelasan yang lebih lengkap lagi, kalo ga, aku doakan kalian bisa berkunjung kesana langsung untuk mempelajari sejarah kejayaan Islam di masa lalu yang akan berguna bagi perjuangan kita di masa depan.

Setelah puas melihat-lihat isi museum aku kembali lagi ke hotel, aku tidak sempat eksplor pusat kotanya guys, dikarenakan aku sudah harus balik lagi ke bandara. Meskipun cuma dari pagi sampai sore saja di Doha, aku sudah  puas karena pernah singgah di kota ini, ibukota Negara terkaya di dunia, Qatar.

Service Qatar Airways emang TOP.

Pengalamanku dengan Qatar Airways juga memuaskan. Mereka bertanggung jawab dengan kejadian pesawat yang delay. Di penerbangan berikutnya aku diberikan tempat duduk yang 4 baris, tapi tidak ada satu orang pun di sampingku, sehingga keempat kursi tersebut bisa kugunakan untuk tidur, serasa naik kelas bisnis guys. 

Sesampainya di Soekarno-Hatta ada staff bandara yang menjemputku tepat di pintu setelah keluar dari pesawat, tepatnya setelah melewati garbarata. Staff itu menyampaikan permintaan maaf dari Qatar Airways karena delay pesawat sebelumnya yang menyebabkan aku harus stay dulu di Doha. Batinku, “Wow, ini sungguh di luar ekspektasi! Dikasih akomadasi gratis di Qatar aja ak sudah seneng minta ampun, dan mereka masih minta maaf juga.” Sungguh luar biasa service yang mereka berikan.

Untuk itu aku mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya untuk Qatar Airways atas pengalaman yang telah mereka berikan. I will never forget this moment.

Thanks to Qatar Airways.

See you guys,

Tinton Arya S.


Baca juga artikel Backpacker Keliling 3 Negara Asean Naik Bus bagi kalian yang ingin tahu tips dan trik hemat buat backpacking keliling asean dari Singapura, Malaysia hingga Thailand via jalur darat.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here