Trip Keliling Asean, 3 Negara Naik Bus!!(jalur darat)

0
564
Backpacker Keliling Asean

Hi guys, di artikel kali ini aku ingin berbagi pengalaman kepada kalian tentang perjalanan Trip Keliling Asean (Asia Tenggara) ala backpacker lewat jalur darat. Sebenarnya perjalanan Backpacking Keliling Asean ini sudah kulakukan pada tahun 2016. Namun, dulu aku ga pernah kepikiran buat ngeblog. Barulah pada tahun 2020 ini aku kepikiran buat nulis pengalamanku backpackeran 4 tahun yang lalu. 

Tapi tenang guys, meski sudah 4 tahun, aku telah berusaha keras mengingat segala sesuatu yang berkaitan dengan pengalamanku ini. Postingan-postinganku di Facebook dan bukti pemesanan online yang masih tersimpan di email cukup membantuku untuk menyelesaikan artikel ini.

Oiya, di artikel ini aku akan sharing pengalaman selama 6 hari dalam 1 artikel dan akan aku buat selengkap mungkin dari hari per hari beserta dengan tips-tips nya. So, stay tune terus sampai akhir artikel ini ya guys agar perjalanan kalian nanti aman hemat dan tanpa kendala! ( Mantap ga tuh? )

Awal Mula Cerita Trip Keliling 3 Negara Asia Tenggara ala Backpacker

Di trip kali ini aku pergi mengelilingi 3 negara lewat jalur darat, yaitu Singapura, Malaysia, dan Thailand. Target awalnya sih mau 5 negara, ditambah Kamboja dan finish di Vietnam, tapi karena keterbatasan waktu, akhirnya aku putuskan untuk mengelilingi 3 negara saja, diawali dari Singapura dan berakhir di Thailand.

Trip Keliling Asean ini kumulai dari Temanggung sebagai kota asalku, kemudian menuju Yogyakarta untuk naik Air Asia menuju Singapura. Nah dari Singapura hingga Pattaya Thailland ak menggunakan Bus. Total perjalananku hanya 1 minggu, karena memang di ketiga negara itu ak tidak mengeksplore secara keseluruhan, aku cuma ingin merasakan sensasi melintas batas 3 negara saja dan hanya mengunjungi tempat-tempat yang menjadi ikon ketiga negara tersebut. 

Read also : How to Go from Civitavecchia Port To Rome and Vatican City

Persiapan dan Tips Backpacking Keliling 3 Negara Asean

Nah sebelum ak sharing lengkap cerita perjalananya, Yuk simak dulu persiapan dan tipsnya apa saja :

  1. Pasport (tidak perlu Visa). Nah satu hal yang harus kalian miliki tentunya pasport. Enaknya, kalo kita berkunjung ke negara-negara yang tergabung di Asean, kita tidak memerlukan Visa. Cukup Passport saja. Tapi satu yang perlu diingat, tiap negara Asean, memiliki batas waktu maksimal kunjungan yang berbeda-beda, rata-rata 15 – 30 hari / negara.
  2. Uang. Aku tidak membawa uang cash dalam jumlah banyak. Karena semua yang bisa aku booking online sudah ak booking sebelum berangkat. Jadi budget bisa lebih terukur. Sebagai ganti uang cash, aku hanya membawa kartu ATM. Aku membawa 2 buat jaga-jaga. Selama kalian punya kartu ATM yang ada logo VISA atau Master Card, Insyaallah kalian bisa ambil uang di mesin-mesin ATM  di 3 negara tetangga ini. Budgetku 200 ribu rupiah / hari buat makan dan transport lokal. Kalo kurang tinggal gesek kartu buat bayar sesuatu. Untuk rincian budget ku, kalian bisa liat di bagian akhir dari artikel ini.
  3. Tiket Pesawat. Hal ketiga yang harus kalian persiapkan adalah tiket pesawat. Waktu itu aku booking jauh-jauh hari sekitar 5 bulan sebelum keberangkatan. Dapat harga +-IDR 450K pakai maskapai Air Asia dari Yogyakarta menuju Singapura. Pulangnya dari Bangkok tujuan Surabaya dengan harga IDR +- 1.3 juta. Kenapa pulangnya lewat Surabaya? Karena waktu itu tiket yang langsung ke Jogja jauh lebih mahal.
  4. Tiket Bus. Dari Singapura sampai Pattaya Thailand, aku naik beberapa Bus. 3 diantaranya aku booking lewat aplikasi easybook.com jauh hari sebelumnya, yaitu dari Terminal Johor Bahru menuju Kuala Lumpur, dari Kuala Lumpur menuju Hatyai Thailand dan dari Hatyai menuju Bangkok. Sisanya pakai transportasi lokal yang bisa dibeli on the spot, tanpa perlu takut kehabisan tiket.
  5. Hotel. Dalam trip backpacking keliing Asean ini aku menginap di 3 hostel untuk 3 malam. Hostel yang kupilih adalah tipe dormitory, dimana di hostel ini kita akan tidur berbarengan dengan para traveller lain dalam satu ruangan. Memang, total perjalananku menghabiskan waktu 1 minggu, namun beberapa diantaranya aku menghabiskan malam di bus. Aku sengaja memilih bus malam untuk  beberapa perjalanan demi menghemat budget penginapan.
  6. Backpack. Daripada membawa koper, aku pilih untuk membawa backpack ukuran sedang. Alasanya adalah, backpack bisa kita bawa ke kabin penumpang, tidak perlu masuk ruang bagasi pesawat. Ini akan mempercepat proses kita selama di bandara, karena saat kita keluar dari pesawat, kita tidak perlu antri ambil bagasi yang bisa memakan waktu 30 menit sampai 1 jam.
  7. Pakaian. Aku cuma bawa 3 pasang baju, biar bebanku ga berat. Kalo ada yang kotor bisa aku cuci di hostel kok. Atau kalo males nyuci, biasanya hostel menyediakan fasilitas laundry, tapi ingat lho, laundry di hostel ga semurah laundry kiloan dekat kampus kalian ya
  8. Lain lain. Perbekalan lain yang harus kalian siapkan dalam Trip Backpacker Keliling Asean ini :
  • Obat-obatan pribadi. Terutama Antimo bagi yang suka mabuk perjalanan. Bawa Tolak Angin juga bagus agar stamina tetap terjaga.
  • Powerbank. Banyak perjalanan darat yang akan kita lalui, dan kita ga tahu bus yang akan kita naiki tersedia charger ato tidak. Tidak setiap saat kalian bisa ngecas hape lho.
  • Print Itinerary (rute perjalanan) beserta dengan bukti booking hotel dan booking sarana transportasi kalian untuk jaga-jaga jika hape kalian kehabisan daya. Itinerary akan berguna saat kalian ditanya petugas imigrasi, dan sebagai pengingat jadwal perjalanan kita agar selalu on time. Cek contoh itinerary di bagian akhir artikel ini.
  • Botol minum. Ingat, harga minuman kemasan di luar negeri ga semurah di Indonesia. Selalu refill botol minummu di setiap kesempatan, terutama selama di penginapan. Gua jamin, lo bakal menghemat uang yang signifikan selama perjalanan.
  • Peralatan mandi.
  • Handuk fiber. Jangan bawa handuk biasa. Usahakan selalu bawa handuk khusus traveller. Handuk biasa cuma akan menambah beban karena lama keringnya.
  • Bolpoint. Di beberapa imigrasi kedatangan biasanya kalian disuruh mengisi “custom declaration” atau ada juga yang menamakan Immigration Card. Kartu ini bisa dibagikan di pesawat, bus atau bahkan di imigrasinya sendiri. Pastikan kalian bawa 1 bolpoint biar ga kebingungan buat pinjam. Kartu ini berisi tentang data diri, barang-barang yang kalian bawa dan juga data dimana dan berapa lama kalian akan tinggal di negara tujuan. Biasanya ada 2 copy, satu untuk imigrasi, satu untuk kalian bawa. Kalo kalian dapat juga, jangan sampai kartu ini hilang sampai kalian keluar dari negara tersebut.
  • Paket Internet Roaming. Belilah paket roaming internet, karena tidak setiap saat kalian akan dapat signal wifi. Ini akan sangat membantu terutama ketika kita mau pakai google maps, buat hiburan di bus. Atau agar kalian bisa stay update, hehehe. Sesuaikan dengan kebutuhan kalian. Untuk perjalanan sekitar 1 minggu, kalian bisa pilih paket roaming Telkomsel sejumlah 2,5 GB seharga 250rb bisa dipake selama 7 hari.

Cerita Lengkap Perjalanan Keliling Asean, 3 Negara : Singapura, Malaysia, Thailand.

Oke, setelah semua persiapan lengkap. Yuk, kita mulai cerita trip keliling 3 negara Asean ala backpacker ini. 

Hari pertama aku berangkat dari rumahku di Temanggung menuju Bandara Adi Sucipto Jogja naik bus kota. (Note : saat ini Bandara Jogja sudah berpindah ke Bandara YIA). Di bandara aku langsung check-in manual melalui mesin yang tersedia. Karena aku hanya bawa 1 backpack ukuran sedang yang bisa masuk kabin pesawat, jadinya ak tidak perlu membayar ongkos bagasi. 

Baca juga : Cerita Naik Bus dari Jakarta ke Aceh

Baca juga : Tips Wisata ke Sabang ala Backpacker

Baca juga : Jalan-jalan ke Monaco dan menelusuri keunikannya

Tempat menginap di Singapura, negara pertama dalam Trip Keliling Asean, 3 Negara.

Di Singapura aku menginap di Kawasan Bugis dikenal juga dengan nama Kampong Glam. Alasan utamaku memilih menginap di area ini karena ada masjid besar di ini, namanya Masjid Sultan. Dari sejarah yang aku baca, Masyrakat asal Jawa yang berdagang ke Singapura pada tahun 1800an punya andil besar dalam pembangunan konstruksi awal Masjid ini. Jadi ketika backpacking, ak tu ga cuma explore  tempat wisata dan kulineranya doang, tapi juga suka explore masjid setempat. Selama aku masih hidup, aku ingin bisa merasakan rasanya beribadah di banyak tempat.

Nah selain karena masjidnya, kawasan ini memang terkenal sebagai surganya backpacker, ada banyak hostel ala backpacker di kawasan ini. Di Bugis atau Kampong Glam kalian juga bisa hunting kuliner murah. Kalian bisa pilih menu Timur Tengah, Cina, India  ataupun makanan khas melayu. Namun kuliner yang paling ngangenin di Singapura bagiku adalah nasi lemak, karena nasi lemak adalah menu termurah tapi paling enak menurutku. Kalo di Jakarta semacam nasi uduk lah. Dengan 3 Dolar Singapura, kita sudah bisa makan nasi lemak plus teh tarik. Murah kan?

Di Bugis juga ada pusat oleh-oleh murah, namanya Bugis Street. So, bagi kalian yang ingin membelikan oleh-oleh untuk kerabat namun ingin tetap hemat, Bugis Street lah solusinya. Nah, kalo kalian mau menginap di kawasan Bugis kayak aku,, kalian bisa cek listnya di link Hostel di sekitar Bugis ini ya.

Tempat yang aku kunjungi di Singapura sebagai negara pertama dalam list Backpacking Keliling 3 Negara Asean ini.

Seperti yang aku sampaikan di paragraf awal ya guys, dalam trip keliling 3 Negara Asean ini ak tidak melakukan exploring secara menyeluruh, hanya beberapa tempat yang menjadi ikon negara tersebut yang aku tuju. Yang utama, aku hanya ingin merasakan sensasi melakukan trip lintas batas negara. Sebenarnya kalo kalian ingin explore Singapura, kalian bisa beli kartu EZ link, biar gampang kalo mau pake sarana trasportasi publik. Tapi ak ga beli, cuma mengandalkan cash yg kuambil di ATM. Soalnya di Singapura cuma sehari doang, dan tarif MRT cuma sekitar S$ 1,5 – S$ 3 sekali jalan. Jadi ak pikir, ga perlu lah beli kartu EZ Link.

Nah, di Singapura ini, tempat pertama yang aku tuju adalah Harbour Front Centre. Sebagai nostalgia, karena dulu waktu masih bekerja di perusahaan kapal milik Singapura, kapalku sering sandar disini. Tapi ada alasan lain juga, kenapa aku harus ke Harbour Front. Harbour Front  adalah spot terakhir untuk menyeberang ke Sentosa Island tempat dimana Universal Studio berada. 

Nah kalian bisa menyeberang ke Sentosa Island dengan cara naik Light Rapid Transit dari Harbour Front Mall. Beli tiketnya di lantai paling atas. Kalo kalian punya budget berlebih, kalian bisa masuk menikmati wahana yang ada di Universal Studio, tapi karena budgetku waktu itu  ga banyak, ak cuma pergi ke Universal Studio buat foto di miniatur bola dunianya doang. Globe di Universal Studio Singapore memang menjadi salah satu ikon utama Singapura setelah Patung Merlion. Jadi dengan berfoto di patung globe tersebut, kalian sudah membuktikan bahwa kalian pernah menginjakkan kaki di Singapura, hehehe.

Tempat kedua yang ak datangi adalah Patung Merlion. Ini adalah ikon utama negara Singapura. Sebenarnya di Sentosa Island ada juga Patung Merlion, namun lebih kecil ukuranya daripada yang ada di Marina Bay ini. Oh ya, stasiun MRT yang paling dekat dengan Patung Merlion di Marina Bay ini adalah Stasiun Raffles Place. Dari Stasiun Rafless Place ini kalian masih harus berjalan kaki sekitar 15 menit melewati Singapore River. Kalian bisa pakai gmap biar lebih gampang nyarinya, makanya seperti yg aku bilang di bagian persiapan, paketkan internet roaming kalian untuk memudahkan perjalanan. 

Backpacker Keliling Asean 3 Negara, Singapura, Malaysia, Thailand

Di Patung Merlion, kalian pasti akan liat semacam Kincir Angin Raksasa, namanya Singapore Flyer. Singapore Flyer ini adalah yang tertinggi kedua di dunia bahkan lebih tinggi dari London Eye. Kalian bisa coba naik itu untuk melihat keindahan Singapura, dijamin worth it. Ak pernah naik itu tapi dulu pas masih dapat kupon dari perusahaanku bekerja, bukan dalam kesempatan backpacking ini. Nah, kalo kalian mau mencoba naik Singapore Flyer, kalian bisa book tiketnya di link ini, saranku kalo kalian datang berpasangan, kalian bisa pesan yang tiket Singapore Flyer sekalian dinner. Jadi dinner kalian akan romantis, haha. Bisa juga pilih paket combo yang include dengan Universal Studio. 

Melanjutkan Perjalanan Lintas Batas 3 Negara , Singapore ke Johor Bahru Malaysia via darat

Hari kedua ak check out dari hotel tempatku menginap. Setelah check out sekitar pukul 9 pagi, ak pergi dulu ke Orchard Road. As you know guys, Orchard Road ini adalah pusat kawasan bisnis Singapura. Di mana di tempat ini tersedia mall dan toko-toko retail brand kelas atas. Eits, tp ak kesini bukan buat shopping ya guys, budgetku kan minim, di sini ak cuma pengin jalan-jalan aja. Menikmati jam-jam terakhirku di Singapura yang cuma 1 hari 1 malam saja, huhuhu. 

Selepas dari Orchard Road, aku melanjutkan perjalanan ke Stasiun Kranji , bagian utara dari Singapura yang sudah dekat dengan perbatasan Malaysia. Orchard Station dan Kranji Station terletak di 1 jalur yang sama, jadi ak ga perlu pindah kereta, lama perjalanan sekitar 50 menit. Di Stasiun Kranji ini lah ak berpindah angkutan dari MRT ke bus untuk melintas ke Johor Bahru, Malaysia. Dari stasiun ikuti aja tanda panah menuju halte bus, waktu itu halte busnya ada di Exit C. 

Bus yang aku naiki ini bernomor 170, bus ini adalah bus lintas batas negara dengan tujuan akhir JB Central. Ongkosnya sekitar  SGD 2,50 , pastikan kalian bayar pakai uang pas ya, karena driver bus tidak menyediakan pengembalian. 

Tujuan pertama setelah Stasiun Kranji adalah Woodlands Check Point. Di sini pasport kalian akan di ”stempel keluar” dari Singapura, prosesnya ga akan ribet karena kalian akan keluar. Oh ya, setelah paspor kalian di stempel, kalian ga perlu nungguin bus yang sebelumnya ya, kalian bisa naik bus lainnya, yang penting tetap nomor 170 atau tujuan JB Central. Makanya struk pembelian jangan sampai hilang. 

Setelah dari Woodlands Checkpoint kalian akan menuju JB Sentral melewati jembatan yang menghubungkan Singapura dengan daratan Benua Asia. JB Sentral ini adalah kantor imigrasinya Malaysia. Disini paspor kalian akan di “stempel masuk” Negara Malaysia. Setelah melalui proses imigrasi, kalian tidak perlu kembali ke Bus 170. Karena keluar dari Imigrasi kalian akan ketemu mall dan terminal lokal. 

Karena Dolar Singapuraku masih sisa, semuanya aku tukar kembali ke ringgit Malaysia di money changer yang ada di JB Sentral. Jadi ak ga perlu ambil uang dulu. Lumayan bisa buat bayar bus dari JB Sentral ke Larkin Bus Terminal (terminal utama Johor Bahru) buat melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur.

Naik Bus dari Johor Bahru menuju Kuala Lumpur, Malaysia.

Bus keberangkatanku dari Larkin Bus Terminal berangkat pukul 1.30 siang dengan tujuan Terminal Bersepadu Selatan (TBS). Ak naik bus Meridian Holidays. Bus ini menurutku cukup nyaman. Kursinya setara kelas Super Exsekutif kalo di Indonesia, padahal ak pesan yang kelas eksekutif dengan harga 30 MYR, waktu itu setara +- IDR 130.000. Tiap kursi di bus ada senderan tangan yang lebar dan per baris cuma 3 kursi, 1 kiri 2 kanan, pokoknya kerasa luas buat selonjoran. 

Tiketnya bisa kalian booking lewat easybook.com,  aplikasi pemesanan bus terbesar di Asia Tenggara. Oiya  guys, kalian bisa dapatkan cash back dari easybook.com sebesar IDR 40.000 langsung setelah register jika kalian register di web tersebut melalui link referral ini. Nominal itu hanya bisa digunakan untuk memesan bus ataupun kereta di aplikasi tersebut dan tidak bisa diuangkan.

Nah, jarak antara Johor Bahru ke Kuala Lumpur adalah sekitar 350 KM. Kadang aku merasa iri dengan negara tetangga, jalanya lebar-lebar, jarang ada kemacetan dan perjalanan 350 KM hanya ditempuh dalam waktu sekitar 4 jam. Pemandangan di sepanjang jalan didominasi oleh perkebunan kelapa sawit, emang agak monoton sih viewnya. Oiya, tiap 1 jam bus selalu berhenti di tempat peristirahatan selama 10 menit. Ak tanya alasanya ke warga lokal di samping tempat dudukku, katanya emang ini sudah anjuran dari pemerintah, agar driver tidak kecapekan, dan penumpang juga bisa rilex menikmati perjalanannya. Di tempat istirahat kita bisa ke toilet, ngopi ataupun beli makanan ringan yang dijajakan di sana. 

Di bus ini aku juga berkenalan dengan rombongan backpacker asal Malaga Spanyol, karena waktu itu aku baru mulai belajar bahasa Spanyol, ak jadi bisa sok kenal sok dekat sama mereka pakai bahasa spanyolku yang acakadul, hehe. Lumayanlah, perjalanan 4 jam jadi ga terasa karena aku bisa ngobrol sama kawan-kawan baruku ini.

Sekitar jam 6 malam, ak sampai di Terminal Bersepadu Selatan (TBS), ini adalah terminal pusat Negara Malaysia. Ini juga yang buat aku iri sama negara tetangga, fasilitas terminalnya setara dengan fasilitas bandara. Terminal ini juga tersinkron dengan LRT, Kereta Bandara, Bus Dalam Kota dan MRT Malaysia. Terminal Utama Jakarta (Pulau Gebang) masih kalah jauh menurutku. 

Tempat Menginap Di Kuala Lumpur (KL) Malaysia, Ibukota Negara Kedua dalam Trip Keliling Asean via jalur darat.

Dari Terminal Bersepadu Selatan aku langsung menuju Hostel tempatku menginap di Petaling Street, kawasan China Town Kuala Lumpur. Lokasinya dekat dengan Stasiun Pasar Seni. Caranya pergi dari Terminal TBS, kita hanya perlu berjalan 5 menit saja ke Stasiun LRT Bandar Tasik Selatan, terus naik LRT jalur Sri Petaling Line turun di Stasiun Masjid Jamek. Dari Masjid Jamek pindah ke Jalur Kelana Jaya Line. Dari Masjid Jamek ke St.Pasar Seni jaraknya hanya 1 stasiun saja.

Nama Hostelku adalah Raizzy’s Guesthouse. Hostelnya murah, cuma 60 ribuan. Di sini ak dapat kamar yang isinya 6 orang. Dari keenam orang itu aku berkenalan dengan 3 orang ,mereka dari Austria , Italia dan China. Orangnya friendly semua, Karena keasyikan ngobrol, jadinya kita ga tidur sampai pukul 1 malam.

Backpacker Keliling Asean Naik Bus
Teman traveller di Raizzy’s Guesthouse

Memang ak lebih suka dengan hostel yang tipe dormitory seperti ini, biar bisa bersosialisasi dengan para traveller dari seluruh dunia. Tapi ak juga ada saran buat kalian, terutama kalo kalian datang berkelompok, soalnya nanti kalian bisa sharing room biar hemat. Kalian bisa coba stay di apartment-apartment lokal di Kuala Lumpur. Bisa kalian cek penginapanya di link Apartemen di sekitaran KLCC ini. View dari apartemen-apartemen ini ciamik lho guys.

Tempat yang aku kunjungi di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pukul 10 pagi hari ketiga ak check out dari Raizzy’s Guest House. Tapi backpack masih ak titipkan di sana. Aku mau jalan-jalan dulu, biar bawaan ringan karena bus ku yang berikutnya menuju Thailand masih jam 10.30 malam nanti.

Di KL, tempat pertama yang aku datangi adalah Sirkuit Sepang Malaysia. Ak adalah fans berat F1, ak selalu ingin menyaksikan F1 secara langsung di sirkuit. Tapi karena waktu itu ga ada tontonan, ak cuma liat-liat sirkuitnya doang, itupun dari luar aja, karena kita ga boleh masuk ke dalam sirkuit. But, Just FYI guys, 1 tahun setelah Trip Backpacker Keliling 3 Negara Asean ini, ak punya kesempatan nonton F1.  Bisa kalian baca ceritanya di link ini : Nonton F1 di Sirkuit Sepang Malaysia.

Backpacker Keliling 3. Egara Asean
Foto di Sepang waktu nonton F1,setahun setelah Trip Backpacker Keliling Asean

Setelah liat-liat sirkuit, ak melanjutkan perjalanan ke Menara Kembar Petronas. Kalo kalian mau ke Petronas naik kereta. Stasiun terdekatnya adalah KLCC. Keluar dari stasiun KLCC, Menara kembar sudah langsung keliatan kok. Menara Petronas memang menjadi ikon utama Malaysia. Semua orang yang datang ke Kuala Lumpur, kayaknya wajib buat datang kesini deh. Kalo ga kesini, itu artinya kalian belum pernah ke Kuala Lumpur, hehehe. Kalian bisa juga loh stay di apartment dekat Menara Petronas. Dijamin viewnya ciamik. Kalo mau pilih-pilih yang sesuai budget kalian, kalian bisa cek lewat link widget di bawah ini ya.

Trip Keliling 3 Negara Asean berlanjut. Bus dari Kuala Lumpur Malaysia menuju Hatyai Thailand.

Jam 6 petang setelah puas keliling KL, aku kembali lagi ke hostel buat ambil backpackku. Setelah berpamitan dengan para staf hostel yang ramah, aku melanjutkan perjalanan kembali ke Terminal TBS. Bus milikku berangkat pukul 10.30 malam. Karena masih ada waktu, ak habiskan waktu di  terminal dengan cari kulineran dan minum Teh Tarik asli Malaysia untuk yang terakhir kali di moment Backpacking Keliling Asean kali ini. As you know guys, yang paling bikin kangen ak selama di Malaysia adalah  Nasi Lemak dan Teh Tarik. Sepertinya di Indonesia ak belum pernah nemu yang rasanya sama dengan yang ada di Malaysia.

Oiya, dari KL menuju Hatyai Thailand ak naik bus Konsortium Bas Ekspress yang sudah aku booking lewat easybook.com harganya MYR 58.50 Busnya nyaman, formasi kursinya 2 kanan 1 kiri. Bisa lega selonjoran dan senderan tanganya juga lebar kok. Ak duduk di samping gadis Chinese Malaysia. Orangnya asyik banget,kita bisa saling bertukar cerita, kali ini dia yang jadi teman perjalananku sampai Thailand selama 10 jam ke depan. 

Pemandangan KL di malam hari memang keren banget guys, Menara Petronas nampak gagah dari bus selama beberapa menit awal keberangkatan, padahal jaraknya cukup jauh dari rute bus yang kami lewati. Untuk bus malam ini drivernya tidak selalu berhenti tiap 1 jam, mungkin biar para penumpang bisa istirahat. Di trip bus kali ini ak lupa berapa kali bus berhenti di tempat peristirahatan. Yang aku ingat bus berhenti untuk yang terakhir kali sebelum masuk ke check point Imigrasi Malaysia. Di sini ternyata aku masih bisa minum teh tarik, hahaha. 

Sekitar pukul 4, kami sudah sampai di border check point milik Malaysia guys. Nah ada yang bikin melek mataku jam 4 pagi ini, namun bukannlah air kran yang membasahi pipi, melainkan pemandangan bidadari-bidadari Thailand yang sungguh menggoda iman. Hehehehe.

Di Imigrasi ini antrinya panjang beut guys. “Banyak juga ya orang yang melintas perbatasan ini setiap harinya?”, pikirku. Mungkin setiap harinya, ada banyak pekerja pelintas batas baik Orang Malaysia yang bekerja di perusahaan milik Thailand ataupun Orang Thailand yang bekerja di perusahaan milik Malaysia. Selain itu banyak juga backpacker macam aku ini, namun kebanyakan backpacker asal Eropa. 

Selesai dari checkpoint Malaysia, kita lanjut perjalanan lagi. Ingat! Kali ini busnya tetap sama ya guys, ga seperti waktu di checkpoint Singapura. Nah, selang beberapa menit kita sudah sampai di border checkpoint milik Thailand. Di tempat ini bidadari-bidadari yang aku lihat di chekpoint sebelumnya, ak liat lagi disini. Sungguh mataku akan sulit terpejam lagi, hehehe. (Just kidding)

Di sini antriannya panjang juga. Di imigrasi Thailand ini, kami diminta oleh para staf bus untuk menyelipkan 3 Ringgit di dalam paspor sebelum di “stempel masuk”. Di sini ak kurang begitu paham, aku coba berpikir positif, mungkin ini memang ketentuannya. Dan memang waktu itu ak liat hampir semua orang melakukannya

Tiba di Hatyai, Thailand. Negara Ketiga dalam Rangkaian Trip ala Backpacker Keliling Asean via darat

Proses imigrasi ini cukup lama kira-kira 1 jam karena antrianya yang panjang dan harus menunggu semua penumpang selesai. Kalian harus selalu ingat, bus kalian yang mana, kalo perlu catat plat nomornya, biar nanti ga bingung buat cari bus kalian, karena di checkpoint ini ada banyak sekali bus yang melintas. Selepas dari border checkpoint bus, kami melanjutkan perjalanan menuju tempat pemberhentian terakhir di Hatyai Variety Travel Service. Bus tiba di sana sekitar pukul 7. Dan akhirnya ak pun berpamitan dengan gadis Chinese Malaysia yang duduk di sampingku selama perjalanan, huhuhu.

Nah, hal pertama yang aku lakukan setelah sampai disini adalah sarapan, ngopi sekalian numpang ngechas hape di McD yang lokasinya persis di samping tempat berhentinya bus. Di sini ak numpang cukup lama, karena bus ku yang berikutnya masih sore nanti pukul 6.

Setelah hape ter-charging full, ak mencari Masjid. As you know guys, di Thailand bagian selatan ini, komunitas muslimnya cukup banyak lho dan warga sini pun banyak yang bisa berbahasa melayu. Setelah beberapa kali bertanya, akhirnya aku bisa menemukan masjid lokal di Hatyai. Namanya Masjid Sahe Pakistan. Jaraknya sih cuma sekitar 1 kilo dari McD. Di masjid ini ak numpang mandi dan berganti pakaian. Ak juga tiduran di masjid cukup lama, maklum guys, aku kecapekan selama perjalanan.

Setelah puas istirahat di Masjid, ak kembali lagi ke McD. Namun, sebelum masuk McD ada sopir taksi yang menawariku keliling tempat-tempat di Hatyai. Kalo ga salah waktu itu ak bayar sekitar IDR 300.000 untuk keliling selama 4 jam. Lumayanlah buat habisin waktu sebelum melanjutkan perjalanan ke Bangkok. Oiya, kalian bisa menujukkan skil tawar-menawar kalian juga ya sama sopir taksi ini.

Dengan taksi itu ak pergi keliling liat situasi kota Hatyai lalu pergi ke Patung Budha Tidur dan juga ikut tour naik gajah. Yups Thailand emang negara yang terkenal akan gajahnya, jadi kalo kalian ke sini, kalian harus coba juga tour naik gajah ini. Dalam tour ini, kita akan diajak keliling hutan. Cukup menantang sih, karena gajahnya lewat trek berlumpur naik turun yang dikelilingi semak belukar. Tapi tenang aja, dalam perjalanan kita akan ditemani seorang pawang gajah, jadi amanlah.

Perjalanan 12 jam Naik Bus dari  Hatyai menuju Bangkok, Thailand. 

Selesai Tour Keliling Hatyai, aku kembali lagi ke McD untuk makan siang dan numpang ngecas hape lagi. Tapi karena waktu masih tersisa beberapa jam lagi, aku sempatkan dulu mengelilingi mall yang menjadi lokasi si McD ini. Ak ingin liat suasana salah satu mall di Negara Thailand ini. Sekali lagi, ak bertemu banyak bidadari-bidadari di sini. Semoga saja, di antara semuanya tidak ada bidadari jadi-jadian seperti rumor yang sering kita dengar tentang Thailand, hehehe. 

Sekitar pukul 4 ak  meninggalkan si McD, tempat yang paling berjasa buatku selama di Hatyai buat menuju Terminal Bus Hatyai. Dari McD naik angkutan yang bentuknya seperti Bajaj di Jakarta dengan sekitar IDR 10rb. Sesampai di Terminal Bus Hatyai, aku menukarkan kode booking online di counter milik Srisiam Tour (nama busnya). Ada kejadian unik waktu di terminal, waktu itu ak lupa jam berapa tepatnya, tiba-tiba dari speaker terminal terdengar sebuah lagu, entah lagu apa. Dari nadanya seperti lagu wajib nasional. Dan saat lagu diputar, semua orang berdiri, kecuali ak doang sampai suara itu berhenti. Dan setelah itu ada beberapa orang yang memandangiku. Di situ ak merasa ada sesuatu yang salah dengan diriku, hehehehe. Dan ak baru tersadar, kayaknya cuma ak doang warga asing di terminal ini.

Backpacker Keliling  Asean Naik Bus
Terminal di Hatyai

Dari Hatyai ke Bangkok, aku naik bus yang double decker, ak sangat excited sekali naik bus ini, soalnya ini pertama kali bagiku naik bus double decker. Waktu itu di Indonesia masih jarang ada bus double decker ya guys, hehehe. Dari Hatyai menuju Bangkok, bus singgah satu kali. Di persinggahan ini kita bisa makan makanan khas Thailand. 

Tempat-tempat yang aku datangi selama di Bangkok, Thailand

Akhirnya pukul 6 pagi, bus tiba di Terminal Bangkok. Dari terminal ada tukang ojek yang nyamperin dan menawarkan jasa ojeknya. Dia ga bisa Bahasa Inggris. Akhirnya dengan gaya sok-sok an pakai bahasa tubuh, Aku minta dia buat bawa ak ke Patung Budha Tidur. Waktu itu ak lupa namanya. Eh setelah nego harga dan dapat harga di sekitar IDR 25ribu,  dengan pedennya dia bawa ak ke sebuah hotel. Ternyata eh ternyata dia ga ngerti apa yang kumaksud pakai bahasa tubuh. Dia pikir ak mau tidur. Akhirnya ak pakai wifi di hotel dan cari nama tempat yang kumaksud. Namanya adalah Wat Pho. Dan aku langsung minta bapak tukang ojek ini buat membawaku ke Wat Pho. Hebatnya, bapak tukang ojek ini ga minta tambahan ongkos lho, meskipun arahnya berbeda dengan arah hotel. Kalo di Indo, mungkin beda cerita ya guys?

Di Wat Pho, samar-samar ak mendengar ada ora-orang bercakap pakai Bahasa Jawa. Setelah aku dekati arah suaranya, yup ak liat ada orang dari Indonesia. Setelah ak sapa duluan, dan berbasa-basi, akhirnya kami jadi akrab. Dan secara sukarela mereka menjadi fotograferku seteleh di hari-hari sebelumnya ak kesulitan dalam mencari partner buat ambil foto, hehehe. 

Dari Wat Pho kami melanjutkan trip ke King Palace dengan berjalan kaki. Sesampainya di King Palace, kami liat antrian yang sangat panjang, akhirnya kami memutuskan untuk lanjut perjalanan saja ke Wat Arun. Wat Arun ini adalah kompleks Budha semacam Wat Pho, namun bangunanya lebih artistik. Untuk menuju Wat Arun kita harus menyeberang Sungai Chao Phraya pakai perahu, tarifnya cuma 5 Baht waktu itu, sekitar 2000 rupiah saja. Murah banget kan?

Setelah puas mengelililingi Wat Arun, kami makan siang bareng. Dan makan siang itu menjadi momen terakhir kita, karena kita punya tujuan yang berbeda setelah itu. 

Dari Bangkok ke Pattaya, Thailand. 

Di Bangkok aku memang hanya mengelilingi kawasan Wat Pho dan Wat Arun. Karena memang itulah ikon utama Thailand yang kebetulan jaraknya tidak berjauhan. Setelah itu ak melanjutkan trip backpacking ini ke Kota Pattaya. Dari Bangkok menuju Pattaya aku menggunakan mini van dari Agen Travel di Ekkamai BTS Statiun.

Berikut ini adalah caranya, Dari Wat Pho ak jalan kaki sekitar 5 menit menuju Stasiun MRT Sanam Chai sampai dengan Sukhumvit Station. Dari Stasiun Shukumvit keluar dulu jalan 5 menit menuju Stasiun BTS Asok. Dari Stasiun Asok, aku melanjutkan perjalanan lagi ke Stasiun BTS Ekkamai. As you know guys, MRT dan BTS di Bangkok ini semuanya adalah angkutan kereta massal. Tapi tiketnya terjual terpisah dan tidak berjalan di rel yang sama.

Di Ekkamai ak beli tiket minivan yang menuju Bangkok seharga sekitar IDR 100rb. Nah dari Bangkok menuju Pattaya ini membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Tempat Drop Offnya di T Tour Station Pattaya.

Tempat Menginap Di Pattaya, Malam Terakhir dalam rangkaian Trip Keliling 3 Negara Asean ini.

Di Pattaya aku menginap di Jomtien Hostel yang waktu itu harganya sekitar IDR 70.000. Dari tempat drop off van, ak naik angkutan lokal yang nampak seperti Oplet milik “Si Doel”. Kalo kalian nanti kebingungan selama di Pattaya, kalian bisa order Grab kok. 

Sesampai di hotel sekitar jam 7 malam ak langsung tidur. Niatnya mau bangun sekitar jam 10 malam untuk jalan liat-liat Pattaya, yang kata orang-orang surganya hiburan malam. Apesnya aku tidak terbangun, baru terbangun jam 2 pagi dan jadi malas untuk keluar. Mungkin aku kecapekan karena 2 malam sebelumnya kuhabiskan waktu di bus malam, ato mungkin juga para malaikat ingin menyelamatkanku dari godaan dunia yang fana ini, Huhuhuhu. Alhasil, paginya ak habiskan saja dengan bersepeda mengelilingi kawasan Pattaya. Tapi guys, sampai sekarang pun ak masih ngerasa kesel kalo ingat di Pattaya ga sempet jalan-jalan malam.

Hari Terakhir Trip Keliling Asean,3 Negara ala Backpacker

Di hari terakhir ini, aku akan pulang meninggalkan sebuah kenangan yang tidak akan pernah kulupakan. Setelah bersepeda mengitari Pattaya, akhirnya ak check out dari hotel jam 11 siang dan langsung menuju tempat pemberangkatan shuttle bus menuju Airport.

Pesawatku sebenarnya masih akan berangkat jam 16.10. Waktu itu ak tidak melakukan double cek di airport mana pesawatku akan berangkat. Aku pikir di Bangkok cuma ada satu airport. Setelah beli tiket lalu naik bus menuju airport dan (eeeeeeeeiiiiiittt) ternyata ak tiba di airport yang salah. Bangkok mempunyai 2 airport seperti di Jakarta ada Soekarno-Hatta dan Halim Perdana Kusuma yang jaraknya saling berjauhan. 

Ak tiba di Bandara Utama Thailand yang bernama Suvarnabhumi International Airport. Bandara ini dikhusukan untuk maskapai first class, sedangkan untuk maskapai budget / low cost carrier / pesawat murah dengan inisial AIR ASIA ditempatkan di Don Mueang International Airport. Untungnya di Bandara Suvarnabhumi ada shuttle menuju Bandara Don Mueang, waktu itu gratis asal kita bisa menunjukkan bukti pemesanan pesawat. Hmmm, ga percuma ak berangkat awal dari hostelku. Memang untuk masalah jadwal keberangkatan, entah itu pesawat, kereta maupun bus ak selalu usahakan punya “spare time”, untuk jaga-jaga dari hal yang tidak disangka-sangka seperti yang aku alami ini.

Budget Trip Keliling Asean 3 Negara via darat

Setelah aku ceritakan semua kronologi perjalanan dari hari pertama sampai terakhir, nih guys ak sertakan persiapan budgeting kalo kalian mau menjalani trip backpacking sepertiku. Tapi sekali lagi ak tekankan, ini hanya perkiraan ya guys, karena banyak pengeluaran yang ak sudah lupa berapa nominalnya. Maklum lah, waktu itu ak ngetrip tapi aku belum kepikiran buat ngeblog, jadi banyak yang ga ku catat, untung aja, bukti-bukti pemesanan masih ada di email dan garis-garis besarnya aku masih ingat. Mungkin karena akhir-akhir ini aku sering nulis kali ya, jadi daya ingatku tetap terjaga. (memuji diri sendiri,hehehe)

Mungkin dalam mempersiapkan budgeting ini, punya kalian bisa lebih hemat dari punyaku atau juga bisa lebih mahal. Banyak hal yang menentukan, seperti kurs yang sudah berbeda antara sekarang dan waktu itu, pilihan makanan, pilihan hotel dan harga pesawat ataupun juga karena rute perjalanan kalian yang berbeda dengan rute perjalanku. Tapi aku tetap tampilkan budgeting di foto di bawah ini agar bisa jadi acuan buat kalian untuk menentukan trip kalian nantinya.

Backpacking Keliling Asean Naik Bus
Budgeting sederhana buat Backpacking Keliling Asean

Saranku biar kalian bisa menekan budget sepertiku lakukanlah hal-hal ini :

  •  Kunjungilah tempat – tempat wisata yang gretongan, hampir semua tempat wisata yang kukunjungi di Singapura, Malaysia dan Thailand itu gratis, kalaupun bayar harganya murah.
  • Makanlah di kedai-kedai lokal, harganya ga jauh beda sama di Indonesia kok. Sehari budget makan 2 kali untuk lunch dan dinner, untuk breakfast bisa dapat di hostel atau di bus malam.
  • Nginep di hostel dormitory, memang sih kita akan tidur bareng-bareng sama traveller lain. But enjoy aja guys, namanya aja backpackeran, lama – lama kita juga akan terlatih untuk bisa beradaptasi di segala kondisi.
  • Gunakan selalu transportasi publik. Di Singapura, Malaysia dan Thailand tranpsortasinya sudah lebih teratur daripada di Indonesia. Harganya pun terjangkau. Tiap naik kereta MRT/LRT/BTS, mau jarak jauh atau dekat harganya cuma dikisaran 10 ribu-20 ribu rupiah aja lho.

Ringkasan Rute Trip Keliling Asean 3 Negara via darat.

Oke setelah budgeting, aku juga lampirkan  itinerary perjalananku. Itinerary ini penting sebagai acuan waktu buat kita. Agar kita selalu “aware” dengan jadwal – jadwal perjalanan kita. Ingat di ketiga negara tersebut, semua sarana transportasi selalu berangkat tepat waktu, usahakan selalu punya spare waktu untuk mencapai tempat tujuan kita. Agar bila terjadi hal yang tidak disangka-sangka seperti kemacetan ataupun antrian imigrasi yang panjang, kita tetap bisa tiba on time.

Itinerary Backpacking Keliling Asean Naik Bus
Itinerary sederhana, namun akan sangat berguna di dalam perjalanan.

Kalian juga bisa tunjukkan itinerary ini ke petugas imigrasi jika diminta. Mereka melakukan ini hanya untuk mengkonfirmasi bahwa kita masuk ke negara mereka memang untuk travelling, dengan data yang jelas, kapan masuk dan kapan akan keluar dari negara mereka. Mereka cuma mau memastikan bahwa kita tidak masuk ke negara mereka untuk bekerja secara ilegal. Tapi santuy aja guys, kalo ditanya jawablah dengan tenang dan ramah, Insyaallah di tiap imigrasi akan lancar-lancar saja. Kalo ditanya bawa uang berapa, jawab aja ada lebih dari 10 juta baik cash maupun di ATM,  biar kalian ga dikira mau nggembel di negara orang, hehehe.

Nah sekian dulu artikel tentang Trip Keliling Asean ala Backpacker ini. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kalian yang ingin menjalani Trip Lintas Batas Negara – Negara Asia Tenggara mulai dari Singapura, Malaysia hingga Thailand. Mohon maaf bila terdapat sedikit kesalahan data baik yang disengaja maupun tidak. Kalian bisa lanjut tanya – tanya di kolom komentar ataupn lanjut bertanya di IG milikku : tint_arya, jika tidak sibuk, ak pasti akan balas pertanyaaan kalian.

See you in the next article guys!


Salam,

Tinton Arya S,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here