Naik Bus dari Jakarta ke Aceh!!! (Jalur darat)

12
6881
Tugu 0 KM Indonesia
Titik 0 KM Imdonesia

Hi guys, di artikel kali ini aku ingin berbagi pengalaman kepada kalian tentang perjalanan naik bus dari Jakarta menuju Banda Aceh. Mungkin, naik bis adalah hal yang biasa bagi kalian. Tapi seberapa jauh kah kalian pernah naik bis dalam sekali perjalanan? Pernah ga kalian coba merasakan naik Bis dengan jarak di atas 2000 Km. Atau lebih dari 3 hari 3 malam lamanya?

Nah pengalaman naik bis dari Jakarta ke Aceh ini adalah salah satu rangkaian perjalanan untuk menjelajah negeri ini, perjalanan yang kunamakan Backpacker Keliling Indonesia. Perjalanan yang sudah kumulai sejak bulan Februari 2019, dan entah sampai kapan perjalanan ini akan berakhir, mengingat aku tidak melakukan perjalanan secara langsung, melainkan part by part. Start dari Sumatera, dan mungkin kedepanya Kalimantan, Sulawesi, dan pulau-pulau lainnya. Yah maklumlah, perjalanan ini hanya bermodalkan hasil dari bisnisku mengelola tour di Yogyakarta.

Baca juga : Tips Wisata ke Sabang, Aceh Ala Backpacker.

Awal Cerita Keberangkatan Naik Bus dari Jakarta Ke Aceh.

Perjalanan ke Aceh ini kumulai setelah aku selesai melakukan kunjungan di Kasepuhan Ciptagelar. Sekembalinya dari Ciptagelar, aku menginap selama beberapa hari di rumah saudaraku, Hesti, di Bekasi. Setelah rehat beberapa hari disana. Ak booking tiket Bis di Terminal Rawamangun.


Ak sudah coba cek di aplikasi travel, tapi sampai artikel ini ditulis, hasilnya selalu tidak memuaskan, makanya aku putuskan untuk cari langsung agen bus di Terminal Rawamangun, biar bisa bandingin antara PO yg satu dengan yang lain. Akhirnya pilihanku jatuh ke PO Putra Pelangi.

Baca juga : Rute Menuju Kasepuhan Adat Ciptagelar.

Baca juga : Jalan-jalan di Monaco dan menelusuri keunikanya.

Harga Tiket Bus Jakarta Aceh

Agen Bus Terminal Rawamangun
Penampakan agen-agen bus di Terminal Rawamangun.

Di Terminal Bus Rawamangun ada banyak pilihan PO Bus untuk menuju ke Banda Aceh, tapi pilihanku jatuh ke Bus Putra Pelangi. Harga tiket dari Jakarta menuju Banda Aceh adalah 820 ribu rupiah di saat aku membeli waktu itu (ada kemungkinan perubahan harga). Dan untuk bus-bus lain harganya tidak terlampau jauh seperti Bus Sempati Star.

Tarif Bis Putra Pelangi dari Jakarta ke kota-kota di Pulau Sumatera.

Fasilitas Bus Putra Pelangi Jakarta-Aceh

Pada tanggal 11 Maret 2019, mulailah aku meninggalkan ibukota. Dari rumah saudaraku Hesti , ku langsung menuju Terminal Bis Rawamangun, tapi ternyata, dari Terminal Bus Rawamangun, semua penumpang masih harus dibawa pake mobil pribadi ke Terminal Pulo Gebang. Nah dari terminal Pulo Gebang inilah cerita ini akan bermula.

Pukul 3 sore bus mulai berangkat dari Terminal Pulau Gebang. Perjalanan panjang ini pun dimulai. Akan tetapi, bayanganku tentang perjalanan yang akan terasa nyaman ternyata salah. Aku pikir bus kelas eksekutif Putra Pelangi yang akan membawaku ke Aceh seperti bus eksekutif antar provinsi yang sering kunaiki dari kota asalku Temanggung ke provinsi lainya di Pulau Jawa. Tapi kenyataanya tidak seperti yang kubayangkan.

Menurutku bus yang kunaiki semacam kelas AC Ekonomi. Yups, hal itu dikarenakan jarak antar bangku yang terlalu dekat, bahkan kaki kita pun akan susah untuk selonjoran. Dan kondisi di dalam bus pun juga tidak terlalu bersih. Tapi aku tidak ambil pusing akan hal itu, tidak terpikir olehku untuk komplain ke kondektur yang bertugas. Bagaimanapun, ini sudah jadi keputusan yang kupilih untuk bisa sampai ke Aceh. Yang kupikirkan selanjutnya adalah bagaimana caranya aku bisa menikmati perjalanan. Namanya juga Backpackeran, harus siap dengan segala tantangan dan kondisi di jalan, Ya gak guys?

Hiburan di Bus dari Jakarta ke Aceh.

Di bus ak berkenalan dengan kawan di sebelahku, namanya Cek Wan, Cek berarti Mas kalo di Jawa. Dia asli Aceh, tapi dia tidak turun di Banda Aceh melainkan di Medan. Selama di perjalanan, ak banyak ngobrol sama si Cek Wan ini. Dari Cek Wan ini ak mendapat wawasan tentang budaya maupun sejarah Aceh. Yah lumayanlah dapat temen ngobrol yang bisa diajak bertukar pikiran selama beberapa hari ke depan.

Di dalam Bus, kita memang harus banyak berkenalan dengan orang. Kita memang harus banyakin ngobrol sama kawan-kawan lain di Bus, terbukti memang hal itu sangat efektif untuk membunuh kebosanan kita. Ga ada salahnya juga kita ngobrol dengan Pak Kondektur, tanpa kita sadari, dari obrolan-obrolan itu kita akan mendapat banyak wawasan baru.

Jangan lupa dalam perjalanan ini kalian harus ready Power Bank, karena di Bus ini tidak tersedia charger di tempat duduk kita, kebetulan di bus yang kunaiki hanya tersedia charging station di depan, dekat sopir. Bawa juga headset kalian, perangkat itu akan sangat membantu kalian dalam menghabiskan waktu selain mengobrol dengan kawan-kawan seperjalanan.

Buku juga akan sangat bermanfaat dalam perjalanan kita guys. Bawa aja buku yang ga terlalu tebal, agar ringan dibawa kemana aja. Satu buku aja cukup kok, semisal dalam perjalanan panjang nanti bukunya telah selesai dibaca, kita bisa tukeran buku sama orang lain dalam perjalanan. Malah bisa jadi cindera mata buat orang yang kita kenal dalam perjalanan backpacking kita guys.

Lama dan Rute Perjalanan Jakarta-Aceh

Jika kalian cek di Google Maps Jarak Jakarta Aceh adalah sekitar 2.500 KM. Waktu itu ak berangkat pada tanggal 11 Maret 2019 pukul 15.00 dari Terminal Bus Pulo Gebang dan sampai di Terminal Banda Aceh pada tanggal 15 Maret 2019 sekitar pukul 2 dini hari, berarti total perjalanan adalah 3 hari 4 malam.

Rute yang Bus Putra Pelangi lewati ini adalah Jakarta – Pelabuhan Merak, lalu menyeberang dengan Kapal Fery menuju Pelabuhan Bakaheuni Lampung. Dari Lampung Bus bergerak melalui Jalur Lintas Timur Pulau Sumatera.

Kota- kota yang dilewati dari Lampung adalah, Palembang – Kota Jambi – Pekan Baru – Medan dan terakhir adalah Banda Aceh. Sebagai catatan, Bus yang kutumpangi ternyata tidak langsung menuju Banda Aceh. Karena ternyata Bus hanya sampai Medan sebagai pemberhentian terakhir.

Dari Medan ke Banda Aceh, aku harus berganti bus. Bisa dimaklumi sih, karena memang dari satu Bus kemarin, penumpang yang turun sampai di Aceh hanya sekitar 8 orang termasuk aku, yang lain banyak yg turun di Medan, dan sebagian yang lain ada yang turun di Palembang, Jambi maupun Pekan Baru. Dan di kota-kota itu penumpang memang bergantian, ada yang turun tetapi ada juga yang naik. Tak seperti yang kubayangkan sebelumnya bahwa semua penumpang akan turun di Aceh.

Bus Medan ke Aceh barulah Kelas Eksekutif yang sesungguhnya.

Nah, kalo di paragraf sebelumnya ak cerita kalo busnya hanya sekelas Ekonomi AC. Bus dari Medan ke Aceh ini baru kelas Eksekutif beneran coy. Nyaman bangeut. Ada tempat selonjorannya dan ada colokan charger juga di atas tempat duduk, di tempat naruh bagasi.

Penampakan Bus Putra Pelangi Medan-Banda Aceh
Penampakan Bus Medan-Banda Aceh di Terminal Lhokseumawe, luarnya sama, tapi dalamnya jauh beda cuy ama yang sebelumnya.

Ga percumalah pindah Bus, lebih bersih dan lebih lega dari sebelumnya. Di bus ini ak juga dapat kursi nomor satu, alias paling depan pinggir jendela, ini efek dari perkenalanku dengan kondektur di bus sebelumnya, dialah yang milihin kursi ini buatku. Emang bener kata orang, banyak kenalan banyak rejeki,hehehe. Di bus ini ak jadi lebih leluasa melihat pemandangan menuju Banda Aceh ini. Mantap Jiwa!!!

Restauran persinggahan dari Jakarta ke Aceh

RM Padang di jalur timur sumatera
Berhenti di RM di Sumatera Selatan.

Ini artikel yang paling utama, karena berhubungan dengan perut. Dari catatanku, total persinggahan untuk makan dari Jakarta ke Aceh adalah 10 kali. Hampir semua restauran itu adalah semacam RM. Padang.

Berhati-hatilah dengan harga di tiap resto, jangan asal ambil, karena sistem disini mereka akan menghadirkan semua menu di meja, jadi ambil yang mau kalian makan aja, jangan kalap ya guys kalau ga mau tekor.

Semua menu dihidangkan, hal baru bagiku yang berasal dari Jawa.

Tapi aku ada trik lain untuk menekan harga. Biasanya di restauran-restauran itu ada warung-warung di pinggirnya. Jadi kalo kalian mau hemat, kalian bisa makan di warung-warung itu. Menunya standar sih, Nasi Goreng, Mie Goreng atau Mie Ayam Bakso. “But trust me, It works” untuk menghemat budget kalian.

Pemandangan di Bus dari Jakarta ke Aceh

Ga afdol kalo bahas perjalanan tapi ga dibahas pemandanganya selama perjalanan. Oke, jadi gini guys, perjalanan kalian selama 3 hari 4 malam melewati beberapa provinsi akan didominasi oleh Hutan Kelapa Sawit. Dari bagian selatan Pulau Sumatera sampai ujung utara, kelapa sawitlah yang paling dominan. Lalu ada hutan tropis yang masih asri, persawahan dan pemandangan yang masih natural.

Dan ketika kita melewati kawasan penduduk, kita akan disuguhi berbagai macam bentuk rumah yang beraneka ragam. Tiap provinsi, style rumahnya akan berbeda-beda. Memang negara kita kaya akan budaya dan tradisi.

Sampai di Banda Aceh.

Setelah beberapa jam naik Bus dari Medan, akhirnya Bus memasuki Perbatasan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Persinggahan pertama di Provinsi Aceh adalah di RM di Kota Langsa. Tapi ingat ya guys, perjalanan masih jauh, masih ada sekitar 400 KM jalan yang harus di tempuh.

Persinggahan kedua kami adalah Kota Bireun. Di sinilah untuk pertama kali aku bisa minum kopi dari saringan kain, gaya penyaringan ini adalah gaya khas Aceh. Rasanya mantap guys…

Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu datang juga, sekitar pukul 2.00 dini hari, akhirnya aku sampai di Terminal Banda Aceh. Ak langsung naik ojek dari terminal menuju ke penginapan GM Inn Hotel yang untungnya ga terlalu jauh dari terminal. Saat artikel ini ditulis harganya cuma 70 ribuan untuk yang Backpacker Room non AC. Pas sekali buat budget backpacker macam aku ini, hehe. Dan lokasi hotel itu sangat dekat sekali dengan Masjid Raya Baiturrahman, itulah dua alasan kenapa aku pilih penginapan ini.

Akhirnya aku bisa rehat juga setelah menjalani perjalanan yang melelahkan naik Bus dari Jakarta ke Aceh. Yups memang melelahkan, tapi ini adalah pengalaman berharga yang tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku.

Nah bagi kalian yang ingin tahu, apa saja yang bisa dilakukan di Banda Aceh maupun Sabang, silahkan klik artikelku yang ini Tips Wisata Ke Sabang Ala Backpacker.

Baca juga : Kereta Bandara YIA, opsi termurah dari dan ke Bandara YIA.

Read Also : Bus from Medan to Lake Toba.

Saran sebelum menjalani perjalanan jarak jauh Jakarta-Aceh.

Sebelum artikel ini diakhiri, ini sekedar saran dariku agar kalian bisa menikmati perjalanan jarak jauh dari Jakarta menuju Banda Aceh :

  1. Siapakan budget yang cukup. Besar kecilnya tergantung gaya dan lama kalian dalam bepergian.
  2. Fisik dan mental harus prima. Ingat perjalanan ini memakan waktu yang panjang. Jangan sampai kita jatuh sakit dan merepotkan orang lain yang tidak kita kenal, terlebih jika kalian Solo Backpacker. Dan bersiaplah dengan segala kemungkinan yang terjadi, semisal kasusku yang tidak sesuai ekspektasi, dapat bus yang lebih mirip kelas AC Ekonomi, dibanding kelas Eksekutif (note:kalian bisa aja dapat bus yang lebih bagus di kemudian hari). Ingat! Travelling is about journey not destination.
  3. Jangan lupa bawa Power Bank, Headset dan Buku sebagai hiburan.
  4. Banyakin kenalan dan ngobrol dengan sesama kawan di Bus. Hal ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan kita.
  5. Usahakan selalu makan di tiap persinggahan. Kita tidak tahu, berapa lama lagi kita akan tiba di persinggahan berikutnya.
  6. Jangan lupa tunaikan Solat lima waktu bagi yang muslim.
  7. Cek persediaan air minum dan snack di tiap persinggahan. Jangan sampai kita kehausan maupun kelaparan sampai persinggahan berikutnya.
  8. Pergilah ke toilet setiap mau berangkat dari tiap tempat singgah. Di bus memang disediakan toilet, tapi itu hanya khusus buang air kecil.
  9. Minum antimo sebelum berangkat jika kalian rawan mabuk perjalanan.
  10. Apabila di Kapal Fery, pastikan kalian keluar dari bus dan langsung menuju ruang penumpang. Cek dimana lokasi pelampung dan tempat berkumpul bila terjadi kecelakaan. Apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, setidaknya kalian punya lebih banyak kesempatan untuk menyelamatkan diri dibandingkan jika kalian berada di dalam bus. Satu detik dalam kejadian emergency itu sangat berguna dalam menyelamatkan nyawa kita.
  11. Dan yang terakhir. Jangan lupa berdoa sebelum kalian menjalani trip jarak jauh dimanapun dan kapanpun itu.

Okay sampai di sini dulu ya guys. Artikel ini memang dikhusukan untuk bercerita tentang perjananan naik bus dari Jakarta ke Aceh, dan mengenai cerita apa saja yang bisa dilakukan di Aceh, silahkan klik link artikelku yang ini. Tips Wisata ke Sabang Ala Backpacker.

Semua yang kutulis di artikel ini berdasarkan pengalaman pribadiku. Harapanya, artikel ini bisa bermanfaat bagi kalian yang membacanya. Apabila ada data yang salah baik disengaja maupun tidak disengaja, aku mohon maaf yang sebesar-besarnya. See you in the next article guys dan jangan lupa subscribe blog ini ya.



12 COMMENTS

  1. Pretty section of content. I just stumbled upon your site
    and in accession capital to assert that I acquire in fact enjoyed account your blog posts.
    Anyway I’ll be subscribing to your augment and even I achievement you access
    consistently quickly.

  2. Assalamualaikum bang, maaaf mau tanya sebelumnya terima kasih info dan ceritanya semoga abang sehat². Yg mau ditanyakan pas abang pindah bis itu abang bayar lagi ga atau ngk

    • Waalaikumussalam…

      Terimakasih doanya bang. Wakru pindah bis ga bayar lagi bang. Sudah include waktu bayar dari jakarta.

      • Saya rencana mau traveling ke Aceh gan, thanks udah sharing informasinya yg agk mendetail. Cuman budget 5juta apakah cukup? Sory klo agak sensitif

        • 5 juta lebih dari cukup bang kalo ke Aceh doang. Dulu ak sekalian keliling sumatera, jadi budgetnya lebih banyak.

          • Terlalu mepet kalo buat berdua bro. Buat bus nya aja sktar 1,6 jt PP/orang. Saranku per orang budget 3,5jt. Itu dah aman lah. Kalo berdua, makan, penginapan, sewa motor bisa sharing.

  3. Biaya makan selama perjalanan menghabiskan berapa dari jkt-aceh?
    Total biaya berapa gan itu termasuk hotel. Makasih gan

    • Kalo explore Aceh doang, 5 juta lebih dr cukup. Cari hostel 100 ribuan aja. Tips hemat makan di persinggahan bis, jangan ambil lebih dr 2 lauk,harganya mahal kalo di persinggahan bus. Biasanya ada warung kecil di sekeliling resto, biasanya ak makan d warung2 kecil itu. Kalo di Acehnya sih makananannya terjangkau. Jangan lupa coba Kopi Arabica Gayo / Kopi Saring dan Mie Aceh bro. Kalo perlu sewa motor di Banda Aceh coba cek IG ini. instagram.com/taqinjayson. Kalo di Sabang sewa motornya bisa dicari d skitar pelabuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here