<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>traveling ke dua negara Archives - Ala Backpacker</title>
	<atom:link href="https://alabackpacker.com/tag/traveling-ke-dua-negara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://alabackpacker.com/tag/traveling-ke-dua-negara/</link>
	<description>My Backpacker Journey</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jan 2026 12:37:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2021/12/cropped-BCB6DDBD-E6D2-4B56-ABE7-4361983FE96D-32x32.jpeg</url>
	<title>traveling ke dua negara Archives - Ala Backpacker</title>
	<link>https://alabackpacker.com/tag/traveling-ke-dua-negara/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Backpacker-an ke Singapura dan Malaysia, Jalur darat Naik Bus!!!</title>
		<link>https://alabackpacker.com/travelling-ke-singapore-dan-malaysia-ala-backpacker/</link>
					<comments>https://alabackpacker.com/travelling-ke-singapore-dan-malaysia-ala-backpacker/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tinton Arya Sasmita]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Nov 2024 13:18:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Travel Guide]]></category>
		<category><![CDATA[backpacker ke singapura dan malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan ke singapura dan malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[traveling ke dua negara]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling ke singapura dan malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[travelling ke singapore dan malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[trip ke singapore dan malaysia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alabackpacker.com/?p=3076</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hi guys, selamat datang di blog alabackpacker.com. Di artikel kali ini aku ingin berbagi pengalaman</p>
<p>The post <a href="https://alabackpacker.com/travelling-ke-singapore-dan-malaysia-ala-backpacker/">Backpacker-an ke Singapura dan Malaysia, Jalur darat Naik Bus!!!</a> appeared first on <a href="https://alabackpacker.com">Ala Backpacker</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Hi guys, selamat datang di blog <a href="http://alabackpacker.com">alabackpacker.com</a>. Di artikel kali ini aku ingin berbagi pengalaman kepada kalian tentang pengalamanku Backpackeran 2 Negara ke Singapore dan Malaysia. Ak backpackeran ke kedua negara tersebut bareng pacarku. Kalo ak sendiri emang sudah beberapa kali travelling ke Singapura dan Malaysia, tapi kalo buat pacarku, ini adalah trip pertamanya keluar negeri.</p>



<p>Trip ini kami jalani di Bulan Maret 2024. Waktu itu pas bulan puasa. Terus ngapain kita jalan-jalan saat bulan puasa? Jadi gini guys, tiket pesawat pas bulan puasa itu lagi murah-murahnya. Dari Jogja ke Singapura hanya 500 ribuan per orang, pulangnya dari Malaysia ke Jogja cuma 900 ribuan. Dan juga karena pacarku bisa ambil cuti di bulan maret itu jadilah kita putusin buat travelling ke Singapura dan Malaysia.</p>



<p>Untuk yang versi 3 Negara silahkan baca di link ini ya : <a href="https://alabackpacker.com/backpacker-keliling-asean-3-negara-via-jalur-darat/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Backpacker Keliling Asean 3 Negara</a></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Terbang ke Singapura Dulu Dari Jogja</strong></h2>



<p>Pada awalnya, kami cuma mau travelling ke Singapura aja, karena tiket pulang perginya yang kelewat murah. Namun setelah dipikir-pikir, sekalian aja kita lanjut ngetrip ke Malaysia, biar semakin banyak pengalaman yang didapat sama partnerku.&nbsp;</p>



<p>Harga tiket waktu itu&nbsp; 500 ribuan untuk sekali terbang dari Jogja. Pesawat terbang pada jam 07.40. Sengaja kami ambil flight pagi agar bisa menikmati Singapore setelah tiba disana. Lama perjalanan pesawat ini hanya 2 jam saja.&nbsp;</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="768" height="1024" src="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.27.28-768x1024.jpeg" alt="" class="wp-image-3080" style="aspect-ratio:4/3;object-fit:cover;width:768px;height:auto" srcset="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.27.28-768x1024.jpeg 768w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.27.28-225x300.jpeg 225w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.27.28.jpeg 960w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /><figcaption class="wp-element-caption">Terbang dari Bandara YIA Jogja ke Singapura</figcaption></figure>
</div>


<p>Kami tiba di Singapura jam 10.45 waktu setempat. Jadi antara WIB dan Singapura itu ada perbedaan waktu 1 jam. Dimana waktu Singapura itu lebih cepat 1 jam dibanding dengan WIB. Keluar dari pesawat kami langsung menuju ke immigrasi. Immigrasi Singapura saat ini sudah tidak ada petugasnya, jadi proses immigrasinya self service. Tinggal scan passport dan scan wajah kita, kita bisa langsung keluar dari immigrasi. Jadi sudah tidak ada banyak pertanyaan dari petugas immigrasinya.</p>



<p>Eits, tapi sebelum kalian terbang ke Singapore, maksimal 1 hari selum keberangkatan kalian harus mengisi Singapore Arrival Card (SGAC) terlebih dahulu ya guys. Jadi SGAC ini berisi form tentang informasi trip kalian selama di Singapore, mulai dari info hotel, dan berapa lama kita akan stay di Singapore. Nah, kalo kalian lupa mengisi SGAC ini, nanti baru kalian akan melewati proses immigrasi manual. Dimana nanti kalian akan mendapat banyak pertanyaan dari petugas Immigrasi Singapura. Jadi kalo kalian mau bisa cepat masuk Singapore tanpa fafifu, jangan lupa isi form SGAC dulu ya. Silahkan cek <a href="https://eservices.ica.gov.sg/sgarrivalcard/fvipa">link ini</a> untuk pengisian.</p>



<p>Tapi ada kelemahanya kalo kita masuk immigrasi secara self service, jadi kita ga bisa dapat chop passport. Padahal, buat kita yang hobi backpackeran, chop passport bisa jadi semacam souvenir buat kenang-kenangan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>First Day Travelling ke Singapura dan Malaysia Ala Backpacker</strong></h2>



<p>Setelah melewati imigrasi, kami tidak langsung meninggalkan kawasan bandara. Saat itu kami menyempatkan diri untuk mengunjungi Singapore Jewel. Singapore Jewel ini adalah ikon Bandara Changi, sebuah air terjun buatan indoor. Kalian bakalan rugi kalo sudah tiba di Bandara Changi, tapi ga mampir dulu ke Singapore Jewel ini. Lumayan loh, kalian bisa berfoto-foto dulu disana. Untuk menikmati Singapore Jewel ini gratis ya guys. Ga dipungut biaya sama sekali.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="767" height="1024" src="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.19.12-767x1024.jpeg" alt="Singapore Jewel, Bandara Changi. Travelling ke Singapura dan Malaysia" class="wp-image-3081" style="aspect-ratio:4/3;object-fit:cover" srcset="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.19.12-767x1024.jpeg 767w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.19.12-225x300.jpeg 225w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.19.12-768x1025.jpeg 768w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.19.12.jpeg 959w" sizes="(max-width: 767px) 100vw, 767px" /></figure>
</div>


<p>Kalian ga perlu pakai taxi buat menuju ke kota. Setelah berfoto-foto di Singapore Jewel, kami langsung menuju ke Stasiun MRT. Stasiun MRT ini terletak diantara Terminal 2 dan Terminal 3 Bandara Changi. Ongkos per trip MRT ini cukup terjangkau guys, hanya sekitaran 2 SGD. Kita bisa bayar pakai kartu atm kita, bisa debit atau credit card. Yang penting ada tanda wifi di kartu kalian (contactless). Ga perlu beli tiket. Jadi di mesin palang pintu kereta, kita tinggal tap kan aja kartu atm nya. Kita harus tap saat masuk ataupun keluar dari stasiun MRT ya guys. Kartu dengan fitur contactless juga memudahkan kita untuk bayar apapun selama di luar negeri. Kalo belum contactless, datangi bank kalian dan minta ganti dengan yang ada fitur contactless dengan logo VISA/Mastercard, bukan logo GPN.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="1024" height="768" src="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-19.24.21-1024x768.jpeg" alt="" class="wp-image-3096" style="aspect-ratio:4/3;object-fit:cover" srcset="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-19.24.21-1024x768.jpeg 1024w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-19.24.21-300x225.jpeg 300w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-19.24.21-768x576.jpeg 768w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-19.24.21.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Bawa kartu ATM yang ada logo wifinya. Dan pastikan ada logo VISA/Mastercard, bukan yang logo GPN. Logo GPN cuma bisa dipakai di Indonesia. Dengan ini kalian ga perlu bawa uang cash saat travelling di Singapura dan banyak negara lainnya.</figcaption></figure>
</div>


<p>Dari Bandara Changi, kami tidak langsung menuju ke penginapan, kami singgah dulu di rekan bisnis kami dari Singapura. Jadi yang belum tahu backgroundku, ak ini punya usaha travel di Jogja, tapi travelku hanya melayani tamu asing yang mau liburan ke Jogja. Nah, rekan bisnisku asal Singapura ini adalah vendor yang memfasilitasi pembayaran online di websiteku. Dengan bantuan mereka, websiteku bisa menerima pembayaran kartu kredit dari luar negeri. Namanya <a href="https://dashboard.hit-pay.com/register?referral_code=BOROBNYCOD">HitpayApps</a>. Nah kalo kalian punya bisnis dan pengin bisa menerima pembayaran via kartu kredit ataupun via Virtual Account atau segala macam payment digital lainnya, silahkan apply lewat link ini, <a href="https://dashboard.hit-pay.com/register?referral_code=BOROBNYCOD">HitpayApps</a>.com . Alhamdulillah, setelah bekerjasama dengan hitpay ini, usahaku semakin lancar guys, karena aku bisa menerima pembayaran langsung dari customer di luar negeri langsung ke rekeningku. Customer kalian ga harus dari luar negeri ya, untuk customer Indo juga bisa kok. Oiya, nama bisnis travelku di Jogja ini adalah <a href="http://YogyakartaTour.com">YogyakartaTour.com</a> dan <a href="http://borobudursunrise.com">BorobudurSunrise.com</a> .</p>



<p>Setelah berkunjung ke Hitpay Office kami langsung menuju ke hotel. Nah setelah cek di google maps, ternyata dari kantor hitpay ke hostel kami bisa ditempuh dengan jalan kaki saja. Kami pikir masih harus naik MRT lagi. Jarak hostel dan kantor Hitpay cuma 10 menit jalan kaki. Nama hostel tempat kami menginap adalah <a href="https://trv.lk/dir3dV0h">BEAT. Arts Hostel @ Chinatown</a> . Ini hostel dengan konsep ruangan dormitory ya guys. Untuk mensiasati biaya akomodasi dan emang karena belum menikah, kami emang pilih untuk stay di hostel dormitory saja. Jadi kita ga stay di satu ruangan, ada ruangan dormitory khusus cewek dan ruangan untuk umum.&nbsp;</p>



<p>Untuk sekelas hostel, Beat Arts Hostel ini cukup nyaman, kamar dan toiletnya bersih. Ada tempat makan dan meja untuk kerja juga. Buat ak yang kerjaanya remote, ak tetep bisa ngerjain kerjaan di hostel ini. Yang terpenting dari hostel ini adalah harga dan lokasinya. Emang di aplikasi waktu itu harganya paling murah di seantero Singapura. Permalam cuma 250.000 per orang. Kalo kalian cari hotel di Singapura, ga dapet tuh kalian harga 500 ribu per malamnya.&nbsp; Untuk lokasi, hostel ini sangat dekat dengan MRT Station, jadi kita bisa pergi kemana saja dengan mudah.</p>



<p>Hari pertama di Singapura kami masih puasa. Jadi, sampai di hostel, kami langsung istirahat dan berencana keluar hostel kalo sudah mendekati jam buka puasa. Sekitar jam 5 sore kami berangkat ke kawasan Bugis naik MRT. Bugis ini semacam Islamic Centrenya Singapore. Ada masjid besar di sini, namanya Masjid Sultan. Dari sejarah yang aku baca, Masyarakat asal Jawa yang berdagang ke Singapura pada tahun 1800an punya andil besar dalam pembangunan konstruksi awal Masjid ini.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="638" height="1024" src="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.32.31-638x1024.jpeg" alt="Masjid Sultan di Bugis. Travelling ke Singapura dan Malaysia" class="wp-image-3082" srcset="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.32.31-638x1024.jpeg 638w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.32.31-187x300.jpeg 187w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.32.31-768x1233.jpeg 768w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.32.31.jpeg 797w" sizes="auto, (max-width: 638px) 100vw, 638px" /><figcaption class="wp-element-caption">Masjid Sultan, Bugis</figcaption></figure>
</div>


<p>Di Bugis kalian bisa hunting kuliner murah. Kalian bisa pilih menu Timur Tengah, Cina, India&nbsp; ataupun makanan khas melayu. Karena saat itu lagi moment bulan Ramadhan, ada banyak food court berjajar yang menjajakan makanan untuk berbuka. Kami makan di restaurant ala Timur Tengah waktu itu.</p>



<p>Puas makan, kami lanjut jalan-jalan di sekitaran Bugis sebelum balik lagi ke hostel. Tak banyak tempat yang kami kunjungi di hari pertama kami di Singapura. Setelah puas berkeliling Bugis, kami lanjut balik ke hostel. Ada moment yang selalu kami ingat sebelum sampai ke hostel. Jadi di pinggir jalan sebelum sampai ke hostel, kami liat ada vending machine yang jual fresh orange juice. Bagi kami, ini sangat unik, inilah pertama kali kami menemukan vending mesin yang jual something fresh, biasanya kan cuman makanan/minuman dalam kemasan. Dan karena cuaca sangat panas, meski sudah malam, minum orange juice dari vending mesin ini jadi momen yang paling tak terlupakan bagi kita berdua selama jalan di Singapura.&nbsp;</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="768" height="1024" src="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.08.56-768x1024.jpeg" alt="" class="wp-image-3097" srcset="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.08.56-768x1024.jpeg 768w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.08.56-225x300.jpeg 225w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.08.56.jpeg 960w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /><figcaption class="wp-element-caption">Something unique for us.</figcaption></figure>
</div>


<figure class="wp-block-embed aligncenter is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Cycling in Japan from Osaka to Kyoto on a Polygon Tambora A4 | Bikepacking in Japan Part 1" width="770" height="433" src="https://www.youtube.com/embed/3Z15cjBp7Jw?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div><figcaption class="wp-element-caption">Cek video youtubeku cycling di Japan selama 2 Minggu</figcaption></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>The 2nd Day Travelling ke Singapura &#8211; Malaysia ala Backpacker</strong></h2>



<p>Pagi jam 6 kami keluar jalan &#8211; jalan di sekitar hostel untuk cari sarapan, hari kedua ini kami ga puasa. Suasana pagi di Singapore itu sangat menenangkan guys. Jalanan sepi ga ada hilir mudik mobil motor buat kerja atau nganter anak sekolah. Enak banget kalo punya gaji gede terus tinggal di Singapura. Slow living banget. Yang jelas, suasana di Singapore itu ga bising kayak di kota-kota di Indonesia. Jadi meski cuma jalan keluar hostel aja, suasana batin kita langsung tenang.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="768" height="1024" src="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.09.08-768x1024.jpeg" alt="" class="wp-image-3083" style="aspect-ratio:4/3;object-fit:cover" srcset="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.09.08-768x1024.jpeg 768w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.09.08-225x300.jpeg 225w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.09.08.jpeg 960w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /><figcaption class="wp-element-caption">Jalanan yang lengang dan tenang di pagi hari. Ga ada suara bising RX King.</figcaption></figure>
</div>


<p>Ga jauh dari hostel, kami nemu food court yang jual aneka makanan. Saat itu kami order nasi lemak, kaya toast, ditambah dengan teh tarik, hidangan tipikal breakfast ala Singapore. Untuk berdua, harganya cukup murah, sekitar 150 ribuan. Ya kalo di Indonesia, 150 ribu buat sarapan emang keliatan mahal, tp kalo di Singapore, harga segitu itu terhitung murah ya guys ya.&nbsp;</p>



<p>Untuk payment, kami hanya mengandalkan kartu, kami cuma pegang SGD sedikit saja. Jadi beli apapun dan naik transportasi apapun kami tinggal tap kartu. Untuk sebagian vendor, QRIS dari indonesia juga bisa buat bayar, tapi ga berlaku untuk semua vendor ya guys, untung-untungan, ada yang bisa dan ada yang enggak.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="768" height="1024" src="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.09.51-768x1024.jpeg" alt="" class="wp-image-3098" srcset="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.09.51-768x1024.jpeg 768w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.09.51-225x300.jpeg 225w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.09.51.jpeg 960w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /></figure>
</div>


<p>Setelah sarapan, kami balik ke hostel. Jadi meski aku ini lagi travelling, ak masih harus kontrol kerjaan dari laptop. Meski bisa kerja dari mana aja, at least tiap hari selama 2 jam ak harus fokus di laptop. Ak beli 1 cup americano dari cafe dekat hostel buat power booster.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.09.23-1024x768.jpeg" alt="" class="wp-image-3099" srcset="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.09.23-1024x768.jpeg 1024w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.09.23-300x225.jpeg 300w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.09.23-768x576.jpeg 768w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.09.23.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Tempat kami beli Nasi Lemak. Terakulturasi dengan makanan khas Sumbawa</figcaption></figure>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Jalan &#8211; jalan di City Centre Singapore</strong></h3>



<p>Jam 3 siang kami keluar dari hostel, tempat tujuan kami pertama adalah Marina Barrage. Aslinya, Marina Barrage adalah sebuah bendungan, tempat PDAMnya Singapore. Uniknya, di Marina Barrage, dibangun sebuah jembatan yang mana jembatan ini adalah tempat terbaik menurutku buat ngambil momen sunset di Singapore. Romantis bangetlah kalo kalian berduaan sama pasangan di Marina Barrage ini.&nbsp;</p>



<p>Ga jauh dari Marina Barrage ada Gardens by the Bay. Ini adalah sebuah taman, kalian bisa jalan &#8211; jalan di dalamnya tanpa bayar sepeserpun. Suasananya asri banget dan adem. Ada banyak food court di Gardens by the Bay ini, jadi kalian bisa menikmati makanan atau sekedar minum jus di tengah sejuknya Gardens by the Bay ini sebelum kalian menuju Marina Barrage buat menikmati sunset.</p>



<p>Kalo kalian mau berlama-lama di Marina Barrage, jangan lupa bawa tiker portable atau apalah buat alas kita duduk. Kita lupa bawa, jadi kenyamanan kita dalam menikmati sunset berkurang. Tapi overall, puas banget kita di Marina Barrage. Bisa liat pemandangan sunset ditemani dengan view gedung Marina Bay Sands.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.11.13-1024x768.jpeg" alt="Suasana sunset di Marina Barrage, Singapore" class="wp-image-3100" srcset="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.11.13-1024x768.jpeg 1024w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.11.13-300x225.jpeg 300w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.11.13-768x576.jpeg 768w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.11.13.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Menikmati sunset di Marina Barage</figcaption></figure>
</div>


<h3 class="wp-block-heading"><strong>Singapore Flyer</strong></h3>



<p>Setelah puas menikmati sunset, kami hendak menuju ke Singapore Flyer. Singapore Flyer itu juga jadi ikon Singapore yang ga boleh kalian lewatin. Yang belum tahu, Singapore Flyer itu adalah “kincir angin”, dimana kita bisa masuk kedalamnya dan bisa puas menikmati view Singapore dari ketinggian.</p>



<p>Dari Marina Barrage, kami jalan kaki. Ga jauh kok, cuma 30 menitan. Nah, sebelum kami sampai di Singapore Flyer, kami nyempetin berhenti dulu di Spectra &#8211; A Light &amp; Water Show. Lokasinya tepat di depan gedung Marina By Sands. Spectra adalah pertunjukan air mancur yang diiringi dengan iringan musik dan cahaya yang membuat pertunjukan air mancur ini jadi semakin spektakuler. Sekali lagi, pertunjukan ini gratis. Ada 2 kali pertunjukan setiap harinya. Jam 8 dan 9 malam. Masing-masing berlangsung selama 15 menit.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="606" src="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-19.47.53-1024x606.jpeg" alt="Spectra - A light and Water Show" class="wp-image-3101" style="aspect-ratio:4/3;object-fit:cover" srcset="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-19.47.53-1024x606.jpeg 1024w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-19.47.53-300x178.jpeg 300w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-19.47.53-768x455.jpeg 768w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-19.47.53.jpeg 1106w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Spectra &#8211; A light and Water Show</figcaption></figure>
</div>


<p>Hebatnya Singapore, meraka bisa memberikan banyak suguhan yang spektakuler ke wisatawan asing dengan gratis. Ga kayak di negara kita ya guys, wisata alam yang harusnya gratis pun malah ada punglinya. Setelah pertunjukan water show selesai, kita lanjut jalan lagi ke Singapore Flyer. Kami sudah beli tiketnya lewat traveloka, jadi kami ga harus antri dulu ketika sudah sampai lokasi. Tinggal scan barcode langsung deh kita masuk. Ini link pembelian tiket via traveloka ya guys : <a href="https://trv.lk/fXxmrnvK">Singapore Flyer</a>.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="768" height="1024" src="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.11.40-768x1024.jpeg" alt="Singapore Flyer" class="wp-image-3086" srcset="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.11.40-768x1024.jpeg 768w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.11.40-225x300.jpeg 225w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.11.40.jpeg 960w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /><figcaption class="wp-element-caption">Di dalam Singapore Flyer</figcaption></figure>
</div>


<p>Kami benar-benar menikmati malam itu dari ketinggian. Kami bisa puas memandangi view Singapore di malam hari. Pengalaman ini mungkin adalah pengalaman yang mungkin jadi <em>The Must Try Experience in Singapore.&nbsp;</em></p>



<p>Dari pertama masuk kapsul Singapore Flyer sampai turun lagi dibutuhkan waktu sekitar 30 menit. Keluar dari Singapore Flyer, tujuan kami berikutnya adalah Patung Merlion. Yups, patung ikonik yang wajib didatangi siapa aja yang baru pertama kali ke Singapore. Orang kata, ga ke Singapore kalo ga ke Merlion.&nbsp;</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="768" height="1024" src="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.12.04-768x1024.jpeg" alt="Travelling ke Singapura dan Malaysia ala Backpacker" class="wp-image-3087" style="aspect-ratio:4/3;object-fit:cover" srcset="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.12.04-768x1024.jpeg 768w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.12.04-225x300.jpeg 225w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.12.04.jpeg 960w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /><figcaption class="wp-element-caption">Patung Merlion</figcaption></figure>
</div>


<p>Di sepanjang jalan dari Singapore Flyer menuju ke Merlion perut kami terasa lapar. Kami sempatkan makan terlebih dahulu di sebuah food court yang menjajakan aneka menu masakan. Kami singgah di kios dengan menu Melayu. Singkat cerita, waktu mau bayar, Ternyata kios ini tidak bisa menerima pembayaran pakai kartu. Dicoba pakai QRIS (Indo) juga tidak bisa, padahal Qris Indo juga sering bisa buat bayar di Singapore. Terus kata ibu yang jual (Orang Melayu Singapore), “Tak apa tak usah bayar, besok lagi saja kalo main ke Singapore lagi baru bayar, ini makanan sudah kami siapkan, makan saja dulu”. Dalam hati, baik sekali ibu ini, baru kenal udah mau kasih makan gratis. Akhirnya setelah makan, aku cari ATM terdekat. Ak minta cewekku buat nungguin dulu di tempat makan sampai ak balik lagi. Tak lama sekitar 10 menitan, aku nemu mesin ATM. Barulah aku ambil uang cash buat bayar ibu tadi.</p>



<p>Yah, meski bisa dapat gratisan, tapi aku ga mau meninggalkan nama jelek Indonesia di Singapura. Akhirnya ak bayar ibu tadi. Dan ibu itu kaget, “Kapan ambil uangnya? Tak bayar pun tak apa. Kami Ikhlas”. Yups itulah kira jawaban ibu yang jual di food court. &#8220;Baik banget yach????&#8221;, pikirku. Kawasan kompleks food courtnya bernama Makansutra Gluttons Bay. Kalo ga salah, nama kios ibu tadi bernama Mie Goreng Mamak. Kalo kalian ke Merlion, coba mampir ke Kios ibu ini ya guys.</p>



<p>Setelah kenyang dan puas berfoto di Merlion kami langsung balik lagi ke hotel.&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>3rd Day Travelling ke Singapura dan Malaysia ala Backpacker</strong></h2>



<p>Pagi jam 9 kami check out dari hostel, tapi barang-barang masih kita titipkan di hostel, jadi kita bisa jalan &#8211; jalan di hari terakhir tanpa parlu bawa barang-barang. Destinasi utama di hari ketiga adalah Sentosa Island. Kami berangkat dari hostel naik bus lokal. Sama kayak MRT, kita bisa tap kartu ATM Indo buat bayar ongkosnya. Tinggal tap bisa langsung naik angkutan umum di Singapura, ga ribet. Enaknya naik bus dibanding MRT itu kita bisa puas liat jalanan di Singapura. Kalo MRT kan banyakan underground, jadi kita ga bisa leluasa liat kondisi jalan di Singapura.</p>



<p>Untuk menuju ke Sentosa Island, kita harus berhenti di halte Harbour Front. Harbour Front itu pelabuhan internasional di Singapura. Kapal kargo, kapal pesiar dan kapal ferry ke Pulau Batam pun sandarnya di Pelabuhan Harbour Front. Untuk ke Sentosa Island, kalian bisa naik monorail. Stasiunnya ada di Vivo Mall lantai paling atas. Seperti biasa, kita hanya perlu tap kartu atm untuk naik monorailnya, ga perlu beli tiket sama sekali.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.12.28-1024x768.jpeg" alt="Stasiun Monorail di Vivo Mall Singapore" class="wp-image-3088" srcset="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.12.28-1024x768.jpeg 1024w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.12.28-300x225.jpeg 300w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.12.28-768x576.jpeg 768w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.12.28.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Stasiun Monorail buat ke Sentosa Island. Ga perlu beli tiket, tap aja kartu atm kita.</figcaption></figure>
</div>


<p>Dari Stasiun Monorail di Vivo Mall, kami langsung berhenti di stasiun terakhir. Ada beberapa stasiun pemberhentian di Sentosa Island ini. Yang pertama adalah pemberhentian kalo kalian mau masuk Universal Studio. Karena kami ga tertarik buat ke Universal Studio, kami berhenti saja di stasiun terakhir, tempat pantai-pantai berada. Yah, di hari terakhir di Singapura, kita cuma emang pengin nyantai menikmati angin spoy-spoy saja. Rasanya sehari full day kemarin sudah cukup bagi kami untuk menikmati Singapura.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.12.59-1024x768.jpeg" alt="" class="wp-image-3102" style="width:771px;height:auto" srcset="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.12.59-1024x768.jpeg 1024w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.12.59-300x225.jpeg 300w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.12.59-768x576.jpeg 768w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.12.59.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Suasana pantai di Sentosa Island, Singapura.</figcaption></figure>
</div>


<p>Sehabis dari Sentosa Island, kami balik lagi ke hostel buat ambil luggage. Dan hari itu adalah detik-detik terakhir bagi kami untuk meninggalkan Singapura. Sedih rasanya, meski ak sudah berkali-kali ke Singapura, tapi momen ini adalah momen pertamaku buat backapackeran bareng someone special. Serasa ada sesuatu yang hilang aja buat ninggalin Singapore.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Melanjutkan Perjalanan Lintas Batas Negara , Singaura ke Johor Malaysia via darat</strong></h2>



<p>Dari hostel kami jalan kaki ke halte bus, buat melanjutkan perjalanan ke Woodland Check Point. Tapi sayang, bus yang kami tunggu ga datang-datang akibat salah baca maps. Akhirnya yang tadinya mau naik bus ke perbatasan biar bisa sekalian liat pemandangan Singapura kami putusin buat naik MRT saja. Kami melanjutkan perjalanan ke <a href="https://web.archive.org/web/20210516084754/https://g.co/kgs/FQXMKW">Stasiun Kranji</a> , bagian utara dari Singapura yang sudah dekat dengan perbatasan Malaysia. Di Stasiun Kranji ini lah ak berpindah angkutan dari MRT ke bus untuk melintas ke Johor Bahru, Malaysia. Dari stasiun ikuti aja tanda panah menuju halte bus, waktu itu halte busnya ada di Exit C.&nbsp;</p>



<p>Bus yang aku naiki ini bernomor 170, bus ini adalah bus lintas batas negara dengan tujuan akhir JB Central. Tujuan pertama setelah Stasiun Kranji adalah <a href="https://web.archive.org/web/20210516084754/http://woodlands%20checkpoint%2021%20woodlands%20crossing,%20singapore%20738203%20+65%206391%206100%20https//goo.gl/maps/FvbqVhYiwhUU51n98">Woodlands Check Point</a>. Di sini pasport kalian akan di ”<strong>stempel keluar</strong>” dari Singapura, prosesnya ga akan ribet karena kalian akan keluar. Oh ya, setelah paspor kalian di stempel, kalian ga perlu nungguin bus yang sebelumnya ya, kalian bisa naik bus lainnya, yang penting tetap nomor 170 atau tujuan JB Central.&nbsp;</p>



<p>Setelah dari Woodlands Checkpoint kalian akan menuju JB Sentral melewati jembatan yang menghubungkan Singapura dengan daratan Benua Asia. JB Sentral ini adalah kantor imigrasinya Malaysia. Disini paspor kalian akan di “<strong>stempel masuk</strong>” Negara Malaysia. Sama seperti sebelum masuk Singapura, minimal 1 hari sebelumnya kalian harus mengisi <a href="https://imigresen-online.imi.gov.my/mdac/main?registerMain">Malaysia Digital Arrival Card (MDAC)</a>. Jangan lupa ga ngisi, entar kalian bakal dipersulit buat masuk Negara Malaysia.</p>



<p>Setelah melalui proses imigrasi, kalian tidak perlu kembali ke Bus 170.&nbsp;Dari JB Sentral kami lanjut naik Bus lokal malaysia buat menuju Larkin Bus Terminal.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Naik Bus dari Johor menuju Kuala Lumpur, Malaysia.</strong></h2>



<p>Bus keberangkatanku dari Larkin Bus Terminal berangkat pukul 19.00 dengan tujuan Terminal Bersepadu Selatan (TBS), Kuala Lumpur. Ak lupa nama busnya. Bus ini menurutku cukup nyaman. Kursinya setara kelas Super Exsekutif kalo di Indonesia, padahal ak pesan yang kelas eksekutif dengan harga 40 MYR, setara 150.000an. Tiap kursi di bus ada senderan tangan yang lebar dan per baris cuma 3 kursi, 1 kiri 2 kanan, pokoknya kerasa luas buat selonjoran.&nbsp;Untuk reservasi bus, kalian bisa pakai aplikasi ini : <a href="https://12go.com/en/bus/johor-bahru/kuala-lumpur/?z=10061487" target="_blank" rel="noreferrer noopener">12Go.com</a>. 12go ini bisa kalian andalkan buat pesan bus atau kereta di seluruh dunia ya guys.</p>



<p>Nah, jarak antara Johor Bahru ke Kuala Lumpur adalah sekitar 350 KM. Kadang aku merasa iri dengan negara tetangga, jalannya lebar-lebar, jarang ada kemacetan dan perjalanan 350 KM hanya ditempuh dalam waktu sekitar 4 jam. Karena waktu itu jalan di malam hari, jadi kita ga bisa liat pemandangan di sepanjang jalan.</p>



<p>Sekitar jam 11 malam, kami sampai di Terminal Bersepadu Selatan (TBS), ini adalah terminal pusat Negara Malaysia. Ini juga yang buat aku iri sama negara tetangga, fasilitas terminalnya setara dengan fasilitas bandara. Terminal ini juga tersinkron dengan LRT, Kereta Bandara, Bus Dalam Kota dan MRT Malaysia. Terminal Utama Jakarta (Pulo Gebang) masih kalah jauh menurutku.&nbsp;</p>



<p>Dari TBS, kami langsung naik taksi menuju hostel. Nama hostel tidak ak rekomendasikan karena menurutku, kualitasnya jelek banget. Meski hostel, kebersihan harus tetap terjaga, tapi tidak dengan hostel tempatku menginap. Intinya hostelku berada di kawasan China Town, di Petaling Street. Kalo kalian ada budget lebih, ada baiknya kalian menginap saja di kawasan KLCC, Kawasan central di KL. Kalo beruntung, kalian bisa dapat view Menara Petronas dari hotel. Ini ada rekomendasi <a href="https://trv.lk/FYaRhi5J">apartment dengan view Petronas</a> .</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>The 4th Day Travelling ke Singapura dan Malaysia ala Backpacker</strong></h2>



<p>Destinasi utama kami di Kuala Lumpur adalah Genting Highland. Genting Highland ini adalah kawasan resort terkenal di dataran tinggi dekat Kuala Lumpur. Ada berbagai macam atraksi di tempat ini. Ada casino, hotel, dan taman bermain semacam Dufan kalo di Jakarta. Namun, tujuan utama kami kesana hanyalah untuk naik gondolanya saja. Untuk mencapai kawasan Genting, kalian memang harus naik Gondola dari bawah parkiran bus. Sebuah pengalaman yang mengesankan bagi kami untuk bisa naik gondola ini.&nbsp;</p>



<p>Jarak dari stasiun gondola bagian bawah sampai ke atas Genting Resort itu sekitar 3 KM. Dan waktu yang diperlukan sekitar 15 menit sekali jalan. Di Genting Highland, kami hanya menghabiskan waktu buat jalan-jalan dan kulineran saja. Cukup worth it lah buat mengunjungi Genting Highland ini. Oiya tiket gondola ini cuman sekitar 40 ribuan aja ya guys sekali jalan. Kalian bisa pesan tiketnya langsung dari traveloka, cek link nya disini, <a href="https://trv.lk/ixbu_Cv0">Gondola Genting Highland</a>. Jadi nanti kalian ga perlu ngantri panjang pas sudah sampai di Stasiun Gondolanya.&nbsp;</p>



<p>Untuk menuju Genting Highland dari KL kalian harus menuju ke KL Central terlebih dahulu. Ini tuh stasiun centralnya Kuala Lumpur. Tapi kalian ga naik kereta ya, kalian mesti naik bus. Busnya parkir di bagian paling bawah dari KL Central. Tiketnya bisa dibeli on the spot dengan harga MYR 10. Setauku hanya bisa menerima pembayaran non tunai, jadi siapkan kartu atm kalian guys.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="880" src="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.13.56-1024x880.jpeg" alt="" class="wp-image-3089" style="aspect-ratio:1.3333333333333333;object-fit:cover;width:770px;height:auto" srcset="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.13.56-1024x880.jpeg 1024w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.13.56-300x258.jpeg 300w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.13.56-768x660.jpeg 768w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.13.56.jpeg 1151w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Gondola untuk naik ke Genting Highland, Malaysia</figcaption></figure>
</div>


<h3 class="wp-block-heading"><strong>Dinner di Restaurant dengan view Menara Petronas.</strong></h3>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="768" height="1024" src="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.15.05-768x1024.jpeg" alt="" class="wp-image-3091" srcset="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.15.05-768x1024.jpeg 768w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.15.05-225x300.jpeg 225w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.15.05.jpeg 960w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /><figcaption class="wp-element-caption">Envi Sky Dining. Resto dengan view Menara Petronas</figcaption></figure>
</div>


<p>Untuk menikmati malam terakhir di KL, kami mencoba untuk dinner romantis di restaurant dengan view Menara Petronas. Emang judul artikel ini backpackeran, tapi buatku, kalo kita travelling emang jangan terlalu mengekang budget, kita harus benar-benar menikmati destinasi tujuan kita. Nah, sebenernya, ini tuh surprise buat cewekku, dia ga tahu kalo ak bakal ajak dia ke restaurant mewah dengan view Menara Petronas.</p>



<p>Nama restaurant ini adalah Envi Sky Dinning. Lokasinya di Menara TA One. Untuk bisa dinner disini, kalian harus reservasi terlebih dahulu. Silahkan cek nomor dan daftar menunya di IG mereka : @enviskydining. Untuk menuju ke resto ini, aku naik LRT dari Stasiun Pasar Seni deket hostelku dan berhenti di stasiun KLCC. Dari Stasiun KLCC, kalian bisa jalan kaki atau bisa pesan grab. Keluar dari Stasiun KLCC, kalian bakalan bisa langsung liat Menara Petronas menjulang di depan mata. Jadi kalo kalian ga mau nyoba dinner kayak aku, kalian bisa langsung saja jalan ke Menara Petronas dan berfoto disana.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="768" height="1024" src="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.14.30-768x1024.jpeg" alt="" class="wp-image-3090" srcset="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.14.30-768x1024.jpeg 768w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.14.30-225x300.jpeg 225w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.14.30.jpeg 960w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /><figcaption class="wp-element-caption">Sekali-kali dinner elit.</figcaption></figure>
</div>


<h3 class="wp-block-heading"><strong>The Last Day yang ga jadi Last Day di Moment Travelling kali ini</strong></h3>



<p>Malam kemarin jadi malam yang sangat berkesan buat kami berdua. Bisa makan di restaurant mewah di negeri orang dengan view yang spektakuler. Pengalaman yang mungkin ga bisa semua orang dapatkan. Kami sangat bersyukur bisa mendapatkan pengalaman ini.&nbsp;</p>



<p>Yahhhhhhh, akhirnya waktu buat kami untuk pulang segera tiba. Pesawat kami akan berangkat jam 15.30. Sengaja kami ambil flight sore biar punya banyak waktu buat sekedar jalan-jalan di sekitaran hostel di pagi hari. Teknikku saat travelling itu selalu ambil flight paling pagi saat berangkat dan ambil flight yang terakhir saat pulang, jadi kita punya lebih banyak waktu di destinasi yang kita kunjungi.</p>



<p>Setelah sarapan dan beli oleh &#8211; oleh, kami langsung menuju ke bandara. Untuk menuju ke Bandara, kami naik bus. Bus yang menuju ke bandara ini standby nya di KL Sentral ya guys. Tempat yang sama waktu mau ke Genting Highland. Jam 12 siang kami sudah sampai di bandara, karena gate check in belum dibuka, kami sempatkan ngopi dulu di cafe di bandara. Jam 1 kita sudah bisa check in. Kita langsung menuju immigrasi dan langsung hendak menuju gate dimana pesawat kita berada.&nbsp;</p>



<p>Nah setelah melewati immigrasi, sebuah KEKONYOLAN terjadi. Karena kita merasa masih punya banyak spare waktu, kita jalan santai-santai saja, ngopi, dan kita sempetin juga buat massage di kursi massage otomatis terlebih dahulu. Waktu jam sudah menunjukkan pukul 15.00 kita bergegas menuju gate. Nah saat kita sampai di gate, katanya kita sudah ga bisa masuk ke pesawat lagi. Gate sudah diclose. Sedih rasanya saat itu. Padahal kita sdh lebih awal sampai bandara dan sudah melewati immigrasi, tapi bisa-bisanya kita ketinggalan&nbsp; pesawat. Yang saat itu panik adalah cewekku, karena besok harinya dia sudah harus masuk kerja. Tapi setelah dia nego dengan atasanya, dan atasannya bisa memaklumi, dia bisa lebih tenang.</p>



<p>Akhirnya aku putusin buat beli tiket lagi untuk keesokan harinya. Kami menginap di hostel yang ga jauh dari bandara biar besok ga telat lagi. Syeettt dahh!! Harus kehilangan 3 juta atas kekonyolan yang kita lakuin. Tapi sisi positifnya kita bisa nambah stay di Malaysia, emang dasarnya belum bisa move on dari moment backpackeran ini. Terlebih this is our first time to go travelling far away together.&nbsp;</p>



<p>Kami stay di <a href="https://trv.lk/ofDHp35T">The Youniq Hostel KLIA</a> . Ada kamar private dan dormitorynya. Kami pilih untuk stay di dormitory. Room pria dan wanita terpisah. Saat itu hanya ada kami di masing-masing ruangan. Jadi meski konsepnya dormitory, ruanganya serasa private. Hostelnya juga bersih dan nyaman banget. Kami spend the night dengan pergi ke cafe dekat hostel. Kami naik grab untuk menuju cafe tersebut. Dengan kejadian ini, kami justru merasa jadi lebih dekat satu sama lain.&nbsp;</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="768" height="1024" src="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.18.05-768x1024.jpeg" alt="Richiamo Cafe Kota Warisan malaysia" class="wp-image-3092" srcset="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.18.05-768x1024.jpeg 768w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.18.05-225x300.jpeg 225w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-18.18.05.jpeg 960w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /><figcaption class="wp-element-caption">Malam terakhir, kita sempetin ngafe dulu.</figcaption></figure>
</div>


<p>Keesokan harinya kita balik lagi ke KLIA. Saat ini kami ga mau ada kekonyolan terjadi. Yups akhirnya kita bisa tiba di bandara tepat waktu dan bisa kembali terbang ke Jogja dengan selamat.&nbsp;</p>



<p>Akhirnya cerita travelling ke Singapore dan Malaysia ala backpacker ini selesai ya guys. Semoga artikel ini bermanfaat buat kalian yang mau berkunjung ke kedua negara tersebut. Di bawah ini ak buat ringkasan budgeting buat kalian, biar kalian ada gambaran berapa yang harus disiapkan saat berkunjung ke Singapore dan Malaysia nantinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Budget Travelling ke Singapura dan Malaysia ala Backpacker</strong></h2>



<p>Berikut aku tampilkan tabel budget sederhana buat traveling ke Singapore dan Malaysia ya guys. Setiap orang pasti beda-beda. Tergantung style kalian. Dari budget punyaku, kalian masih bisa ngepress lagi. Budget ini belum termasuk dengan budget untuk menikmati atraksi berbayar disana seperti ke Singapore Flyer dan Genting Highland. Budget ini lebih ke budget pokok saja.&nbsp;</p>



<p>Ingat sekali lagi, tiap orang bisa berbeda-beda. Please jangan dipress, buat jaga-jaga kalo ada sesuatu yang diluar prediksi kita. Contohnya seperti yang aku alami saat ketinggalan pesawat.</p>



<p>Budget ini adalah estimasi budget per orang. Untuk kalian bisa lebih, bisa juga kurang.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="512" src="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/Screenshot-2024-11-04-at-21.27.23-1024x512.png" alt="" class="wp-image-3093" style="width:770px;height:auto" srcset="https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/Screenshot-2024-11-04-at-21.27.23-1024x512.png 1024w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/Screenshot-2024-11-04-at-21.27.23-300x150.png 300w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/Screenshot-2024-11-04-at-21.27.23-768x384.png 768w, https://alabackpacker.com/wp-content/uploads/2024/11/Screenshot-2024-11-04-at-21.27.23.png 1331w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Budgeting sederhana buat travelling ke Singapura dan Malaysia ala backpacker</figcaption></figure>
</div>


<h2 class="wp-block-heading"><strong>Persiapan dan Tips Travelling ke Singapura dan Malaysia</strong> ala Backpacker</h2>



<p>Nah ini ada bonus buat kalian soal apa saja yang harus dipersiapkan sebelum jalan-jalan keluar negeri. Aku yakin, banyak diantara kalian pasti banyak yang baru mau pertama kali keluar negeri. Soalnya, sudah jadi hal umum buat Orang Indo untuk travelling ke Singapura atau Malaysia sebagai negara pertama yang dikunjungi sebelum travelling ke negara-negara lainnya.&nbsp; Yuk simak dulu persiapan dan tipsnya apa saja :</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Pasport (tidak perlu Visa)</strong>. Nah satu hal yang harus kalian miliki tentunya pasport. Enaknya, kalo kita berkunjung ke negara-negara yang tergabung di Asean, kita tidak memerlukan Visa. Cukup Passport saja. Tapi satu yang perlu diingat, tiap negara Asean, memiliki batas waktu maksimal kunjungan yang berbeda-beda, rata-rata 15 – 30 hari.</li>



<li><strong>Kartu ATM contacless</strong>. Aku tidak membawa uang cash dalam jumlah banyak. Karena semua yang bisa aku booking online sudah ak booking sebelum berangkat. Jadi budget bisa lebih terukur. Sebagai ganti uang cash, aku hanya membawa kartu ATM. Aku membawa 4 buat jaga-jaga. Selama kalian punya kartu ATM yang ada logo VISA atau Master Card kalian bisa naik transportasi umum di Singapura dan Malaysia dengan hanya tap kartu kalian saja. Kenapa aku bawa 4, kadang kartu kita ga bisa dipake karena masalah yang tidak kita ketahui, jadi semisal kartu yang 1 ga bisa dipakai, kita masih ada cadangan lainnya. Dan split 4 kartu itu di lokasi yang berbeda-beda, 1 di tas, 1 di dompet, 1 di saku, 1 di mana terserah kalian. Amit-amit, kalo kita kehilangan dompet, kartu kita ga bakal ilang semua. Semisal ada kios yang mewajibkan uang cash, kita bisa dengan mudah ambil uang cash dari ATM bank lokal Singapura atau Malaysia.</li>



<li><strong>Download CityMapper. </strong>Ini aplikasi paling berguna di Singapore buatku. Jadi ini itu semacam google maps tapi lebih detail dalam memberikan anjuran soal transportasi paling efektif untuk menuju ke satu tujuan. Lengkap dengan jadwal bus dan jadwal keretanya juga.&nbsp;</li>



<li><strong>Tiket Bus. </strong>Untuk bepergian dari Singapore ke Malaysia, kita emang bisa beli tiket on the spot di terminal bus lokal. Tapi ada baiknya kita siapkan sebelum kita berangkat biar lebih terkontrol dan buat jaga-jaga barangkali pas ngepasin hari libur panjang disana. Untuk booking transportasi lokal di banyak negara, kita bisa mengandalkan <a href="https://12go.com/en/bus/johor-bahru/kuala-lumpur/?z=10061487" target="_blank" rel="noreferrer noopener">12Go.com</a></li>



<li><strong>Hotel. </strong>Dalam trip backpacking 2 negara ini, aku menginap di 2 hostel untuk 4 malam. Hostel yang kupilih adalah tipe dormitory, dimana di hostel ini kita akan tidur berbarengan dengan para traveller lain dalam satu ruangan. Hotelku di Singapore, <a href="https://trv.lk/dir3dV0h">BEAT. Arts Hostel @ Chinatown</a> .</li>



<li><strong>Backpack</strong>. Daripada membawa koper, aku pilih untuk membawa backpack ukuran sedang. Alasanya adalah, backpack bisa kita bawa ke kabin penumpang, tidak perlu masuk ruang bagasi pesawat. Ini akan mempercepat proses kita selama di bandara, karena saat kita keluar dari pesawat, kita tidak perlu antri ambil bagasi yang bisa memakan waktu extra 30 menit.</li>



<li><strong>Obat-obatan pribadi</strong>. Terutama Antimo bagi yang suka mabuk perjalanan. Bawa Tolak Angin juga, bagus agar stamina tetap terjaga.</li>



<li><strong>Powerbank</strong>.&nbsp;</li>



<li><strong>Botol minum.</strong> Ingat, harga minuman kemasan di luar negeri ga semurah di Indonesia. Selalu refill botol minummu di setiap kesempatan, terutama selama di penginapan. Gua jamin, lo bakal menghemat uang yang signifikan selama perjalanan.</li>



<li><strong>Handuk fiber</strong>. Usahakan selalu bawa handuk fiber khusus traveller. Handuk biasa cuma akan menambah beban karena lama keringnya.</li>



<li><strong>Paket Internet Roaming</strong>. Belilah paket roaming internet, karena tidak setiap saat kalian akan dapat signal wifi. Ini akan sangat membantu terutama ketika kita mau pakai google maps dan buat hiburan di bus. Sesuaikan dengan kebutuhan kalian. Untuk perjalanan sekitar 1 minggu, kalian bisa pilih paket roaming <a href="https://www.tripadvisor.com/AttractionProductReview-g25197575-d19058536-Borobudur_climb_up_Merapi_Volcano_and_Prambanan_Temple_Tour-Purwobinangun_Sleman.html" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Telkomsel</a> di aplikasi MyTelkomsel sejumlah 2,5 GB seharga 250rb bisa dipake selama 7 hari.</li>
</ol>



<p>Semoga bermanfaat ya guys. Ini akun IG ku barangkali kalian ingin silaturahmi : <a href="http://Instagram.com/tint_arya">@tint_arya</a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Baca juga : <a href="https://alabackpacker.com/naik-bus-dari-jakarta-ke-aceh-jalur-darat/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Naik bus dari Jakarta ke Aceh</a></p>



<p>Baca juga : <a href="https://alabackpacker.com/tips-wisata-ke-sabang-aceh-ala-backpacker/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Tips wisata ke Sabang, Aceh</a></p>
<p>The post <a href="https://alabackpacker.com/travelling-ke-singapore-dan-malaysia-ala-backpacker/">Backpacker-an ke Singapura dan Malaysia, Jalur darat Naik Bus!!!</a> appeared first on <a href="https://alabackpacker.com">Ala Backpacker</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alabackpacker.com/travelling-ke-singapore-dan-malaysia-ala-backpacker/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
