Tips Wisata ke Sabang, Aceh Ala Backpacker

0
1395
Tugu KM 0 Sabang Aceh
Foto Tugu Kilometer 0 Sabang

Hi guys, di artikel kali ini aku ingin berbagi pengalaman dan tips kepada kalian tentang perjalanan wisata ke Sabang Ala Backpacker. Ada apa aja sih di Sabang dan Banda Aceh. Dan bagaimana cara hemat untuk menuju Sabang? Dan mengapa kita harus ke Sabang? So, baca terus artikel ini sampai selesai.

Sedikit Cerita Tentang Sabang.

Siapa sih Orang Indonesia yang ga tahu Sabang? Pasti semua orang Indonesia tahu tentang Sabang, Setidak-tidaknya pernah mendengar kata Sabang selama umur hidupnya, atau setidaknya kita pernah dengar lagu Dari Sabang sampai Merauke. Yups, Sabang adalah kota yang terletak di ujung paling barat Indonesia, tepatnya di Pulau Weh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Di Kota inilah Tugu Titik 0 KM berada.

Keindahan Sabang ataupun Pulau Weh tidak perlu diragukan lagi. Lautnya yang biru jernih, pasirnya yang putih bersih akan memanjakan mata para wisatawan yang berkunjung ke Sabang. Bahkan di Pulau Weh juga terdapat spot diving yang sangat cantik dan alami. Tapi sayang, spot diving ini justru lebih sering dinikmati wisatawan asing dibanding wisatawan lokal. Maklumlah, biaya untuk melakukan diving belum terjangkau untuk masyarakat kita. Tapi tenang cuy, di Sabang kita bukan cuma bisa diving, tp masih banyak hal yg bisa kita lakukan dan masih banyak tempat Wisata Sabang yang bisa kita kunjungi

Trip ke Sabang selalu menjadi impianku sejak dulu, sudah ada dalam bucket list, sebagai salah satu tempat yang akan aku kunjungi melihat posisinya menjadi yang paling ujung di Indonesia. Nah ada lagi yang paling ujung yang kedepanya ingin kukunjungi juga, yaitu Pulau Miangas (ujung utara), Pulau Rote ( ujung selatan ) dan Merauke ( ujung timur ). Mohon doanya ya teman-teman yang membaca tulisan ini, semoga usaha ku lancar dan bisa pergi ke tempat-tempat yang kusebutkan tadi dan yang lainnya, aamiin.

Baca juga : Trip Keliling Sumatera Utara!! Dari Medan hingga Nias

Cara menuju Banda Aceh dari Jakarta

Hi guys, perjalananku menuju Aceh ini aku mulai dari Jakarta. Eits, tapi dari Jakarta menuju ke Aceh aku tidak naik pesawat, melainkan naik bus. Mungkin naik bis adalah hal yang biasa bagi kalian. Tapi seberapa jauh kah kalian pernah naik bis dalam sekali perjalanan? Pernah ga kalian coba merasakan naik Bis dengan jarak di atas 2000 Km. Atau lebih dari 3 hari 3 malam lamanya?

Nah cerita pengalaman naik bus ini sudah kutuliskan di artikel sebelumnya, kalian bisa cek cerita sensasinya naik bus dari Jakarta menuju Aceh selama 3 hari 4 malam. Silahkan klik link ini ya guys. Cerita naik bus dari Jakarta menuju Aceh.

Di artikel tersebut ak sudah ceritakan detail perjalanannya, dari harga tiket, jalur yang dilewati, nama bus, dan info-info lain yang sekiranya bermanfaat bila kalian ingin menuju Aceh melalui jalur darat.

Baca juga : Backpacker Keliling 3 Negara Asean

Baca juga : Jalan – Jalan ke Qatar, Negara Terkaya di Dunia

Read also : How to Go from Civitavecchia Port to Rome and Vatican

Explore tempat wisata Banda Aceh dulu sebelum pergi ke Sabang.

Yups, memang sebelum kalian explore tempat-tempat wisata di Sabang, ada baiknya kalian explore Kota Banda Aceh terlebih dahulu. Kota yang pada 2004 lalu dihantam oleh ombak tsunami, eitss tapi jangan khawatir, Banda Aceh sudah melakukuan recovery dengan cepat. Insyaallah sekarang aman dan nyaman buat di explore.

Banda Aceh ini adalah ibukota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Aceh juga kita kenal sebagai Serambi Mekah karena hampir semua daerah di Aceh menerapkan syariat islam seperti di Mekah. Termasuk dalam cara berpakaian dan dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Tak heran waktu pertama menginjak Aceh, ada orang yang mengingatkanku untuk berganti celana panjang. Ak lupa kalo Aceh menerapkan syariat islam, padahal tiap traveling ak selalu pake celana pendek. Yah daripada terus-terusan diingetin sama kawan-kawan di Aceh, alhasil kemana-mana ak pake celana panjang deh.

Aku explore tempat-tempat wisata di Banda Aceh menggunakan jasa ojol. Waktu itu, aplikasi ojol masih banyak diskonya, jadi kemana-mana murah lah. Tapi ak ada rekomendasi sewa motor di Banda Aceh jika kalian mau sewa motor, ini nomor Hapenya 0822-7280-1149 namanya Bang Taqin, Instagramnya : taqinjayson. Sayangnya ak ketemu Bang Taqin ini setelah pulang dr Sabang, kalo dah tahu dia sebelumnya, ak pasti juga bakal sewa motor dr dia.

Tempat wisata di Aceh yang recommended buat dikunjungi sebelum menuju Sabang.

1. Masjid Baiturrahman Banda Aceh
Wisata Sabang Aceh
Masjid Baiturrahman Aceh

Kalo kalian ke Banda Aceh tapi ga singgah ke Masjid Baiturrahman, bisa dibilang kalian belum ke sana. Masjid Baiturrahman adalah masjid kebanggaan masyarakat Aceh, sekaligus ikon Banda Aceh. Masjid ini adalah saksi kedahsyatan bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi 2004 silam. Akan tetapi, keajaiban terjadi di masjid ini, masjid ini tetap berdiri kokoh, hanya sedikit mengalami keretakan di beberapa sisinya. Sehingga pada waktu itu, Masjid Baiturrahman dijadikan sebagai tempat penampungan sementara oleh warga yang terdampak oleh bencana tsunami. Saat ini Masjid Baiturrahman sudah menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Aceh.

Hampir setiap hari selama di Banda Aceh aku selalu menyempatkan diri untuk shalat berjamaah di sana, suasananya bikin hati tentram guys. Berlama-lama disana ga bikin bosen, justru semakin lama, ak malah semakin mendapatkan inspirasi untuk masa depan, hehehe.

Kalo mau kulineran khas aceh, kalian juga bisa hunting di kios-kios makanan di sekitaran masjid baiturahman. Ada yang harus kalian coba di Banda Aceh, yaitu Mie Aceh dan Kopi Aceh.

2. Museum Tsunami Banda Aceh
Wisata Sabang,Aceh

Tidak jauh dari Masjid Baiturahman, kalian bisa pergi ke Museum Tsunami Aceh. Di museum ini kalian bisa merasakan dahsyatnya tsunami yang menerjang aceh 2004 silam. Bangunanya artistik. Dari depan nampak menyerupai kapal.

Museum ini juga bisa difungsikan sebagai tempat perlindungan jika di kemudian hari terjadi gempa maupun tsunami lagi. Di sini ak membayangkan guys, bagaimana bila waktu itu ak berada di Banda Aceh, merasakan gempa dahsyat dan tsunami besar.

3. Lapangan Blang Padang Banda Aceh
Wisata Sabang, Aceh
Pesawat Dakota RI-001 Seulawah.

Di dekat Museum Tsunami, ada sebuah lapangan tempat berkumpulnya Warga Aceh di waktu senggang. Lapangan ini tak jauh beda dengan alun-alun yang ada di kota-kota kita, ada jogging track, ada penjual makanan lokal, ada juga tempat bermain anak. Tapi ada satu hal yang membuat ak sangat excited untuk pergi ke lapangan ini, yaitu Monumen Pesawat RI-001.

FYI guys, mungkin banyak diantara kalian masih ada yang belum tahu, bahwa pesawat Republik Indonesia yang pertama kali yang bernama Dakota RI-001 Seulawah adalah hasil sumbangan dari Rakyat Aceh. Nah untuk mengenang jasa rakyat Aceh, pada tahun 1984 dibuatlah monumen ini. Kalo pesawat aslinya disimpan di TMII.

4. Museum Negeri Aceh
Wisata Sabang, Aceh
Rumoh Aceh

Dalam melakukan perjalanan, ak memang suka mempelajari adat, budaya dan sejarah tempat yang aku kunjungi, that’s why, museum adalah tempat wajib yang harus ak datangi. Di museum ini, kita bisa liat bentuk dari Rumoh Aceh (Rumah Adat Aceh), perkakas-perkakas yang digunakan masyarakat Aceh dari jaman dulu, pakaian adat, sejarah dan masih banyak lagi yang bisa kita pelajari dari Museum ini.

Di museum Aceh, aku juga jadi tahu hubungan international Aceh dengan negara- negara lain pada jaman dahulu seperti hubungan Aceh dengan Laksamana Cheng Ho dari China dan hubungan antara Aceh dengan Turkish Ottoman.

5. PLTD Apung
Wisata Sabang Aceh
Museum PLTD Apung

PLTD Apung adalah Kapal Pembangkit Listrik Tenaga Diesel. Kapal ini adalah kapal milik PLN yang diberikan kepada pemerintah Aceh ketika konflik antara pemerintah dan GAM. Pada 2004 lalu, kapal ini menjadi saksi kedahsyatan peristiwa tsunami, kapal yang tadinya bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue ini terseret gelombang tsunami setinggi 9 meter sejauh 2 sampai 3 KM ke pusat kota Banda Aceh, tepatnya di Punge Blang Cut, Jaya Baru, Kota Banda Aceh.

Saat ini Kapal PLTD Apung sudah difungsikan sebagai salah satu tempat wisata di Banda Aceh. Generator pembangkit listrik di dalamnya juga sudah dipindahkan ke tempat lain, jadi kapal ini sudah aman untuk dikunjungi.

6. Hunting kuliner di Banda Aceh.

Tak lengkap jika kalian pergi ke suatu daerah tanpa mencoba kuliner di daerah tersebut. Nah, bisa dikatakan Aceh adalah surganya kuliner. Makanan di Aceh sangat beraneka ragam. Hal ini dikarenakan pada masa lampau Aceh dipengaruhi oleh banyak budaya dari negara atau kerajaan lain. Aceh sendiri konon adalah singkatan dari Arab, Cina, Eropa dan Hindia. Lokasinya yang strategis menjadikan Aceh sebagai tempat berlabuh kapal-kapal Asing. Itulah yang membuat masakan aceh menjadi beraneka ragam. Nah dari banyaknya masakan khas aceh, Mie Acehlah yang jadi favoritku guys.

Nah saranku, jika kalian ke Banda Aceh, pilihlah hotel yang berada tak jauh dari Masjid Baiturrahman, agar dekat buat pergi kemana-mana. Ada banyak pusat kulineran dan belanja di sana. Nah kalo aku dulu nginepnya di GM Backpacker Hotel. Murah dan dekat kalo mau kemana-mana soalnya.

7. Menikmati secangkir Kopi Aceh
Kopi Aceh

Satu hal lagi yang wajib kalian coba selama berwisata di Banda Aceh. Yaitu kopi. Yups, kalo kalian pergi ke Aceh dan ga ngrasain Kopi Aceh, itu berarti kalian belum ke Aceh. Mau suka atau ga suka ngopi, ak paksa kalian buat ngopi sekali aja di Aceh, hahaha. Kopi ini sudah jadi budaya warga Aceh. Kalian bisa menemukan kafe kopi di seluruh Banda Aceh dari pagi sampai malam.

Ada 3 jenis kopi yang terkenal di Aceh.

  1. Kopi Gayo. Kopi ini adalah jenis kopi arabica yang tumbuh di dataran tinggi Gayo, dataran tinggi dengan produksi kopi arabica terbesar di Indonesia, bahkan Asia. Kopi Gayo juga pernah dinobatkan sebagai the best no.1 coffee in the world pada 2010 dalam acara Internal Conference on Coffee Science di Bali.
  2. Kopi Saring. Selain Gayo, ada 1 kopi lagi yang harus kalian coba. Namanya Kopi Saring, dinamakan kopi saring karena proses pengolahanya disaring dengan gaya khas aceh. Bentuk saringnya seperti gayung terus dikasih kain dibawahnya yang membentuk kerucut. Cara penyajianya juga unik. Barista akan mengangkat saringanya tinggi-tinggi dan airnya akan menetes ke gelas di bawahnya.
  3. Kopi Sanger. Kopi sanger ini semacam kopi saring juga, tapi penyajianya ditambah susu kental manis. Rasanya juga ga kalah mantap dengan caffee latte di cafe-cafe modern. Kopi ini juga khas aceh.

Itu adalah 3 jenis kopi yang harus kalian coba di aceh, tidak boleh tidak, hehe.

8. Wisata Pantai di Banda Aceh

Di Banda Aceh ada banyak pantai yang bisa dieksplore. Diantaranya adalah Pantai Lhoknga, Pantai Lampuuk, Pantai Ulee Lheue, Pantai Lhok Mata Le dan Pantai Alue Naga. Tapi sayang, waktu ak ke Banda Aceh, ak ga sempat explore pantai-pantai itu, karena keterbatasan waktu, dan aku pikir, wisata pantai bisa ak lakukan di destinasi berikutnya yaitu Sabang.

Bagaimana cara menuju Sabang, Pulau Weh.

Oke guys, sebelum kita bahas pengalaman wisataku selama di Sabang. Ini aku kasih tahu cara menuju Sabang dari Banda Aceh. Dari hotel tempatku menginap aku naik Ojol menuju Pelabuhan Ulee Lheue. Sebenernya ada opsi lain selain ojol, yaitu Trans Koetaraja, semacam Trans Jakarta lah. Tp uniknya di Banda Aceh masih gratis waktu itu, ga tau kalo sekarang pas kalian baca artikel ini ya.

Ada 2 opsi penyeberangan dari Pelabuhan Ulee Lheuee menuju Pelabuhan Balohan, Sabang yaitu menggunakan fast boat atau ferry (kapal lambat). Kedua jenis kapal itu sama-sama berangkat 3 kali sehari, yaitu pukul 07.30, 10.30 dan 14.30. Kalau fast boat cuma perlu 45 menit, nah kalo kapal lambat kira-kira 2 jam, tergantung kondisi cuaca.

Karena ak ga dikejar-kejar waktu ak pilih kapal lambat, nyaman dan bersih juga kok. Tiketnya cuma 25 ribu, kurang tahu ya kalo yg kapal cepat. Nah apalagi bagi kalian yang ke Aceh dengan cara touring, kapal lambatlah opsi terbaik, karena motor atau mobil kalian juga bisa ikut menyeberang. Dan tiket hanya bisa dibeli di pelabuhan waktu itu. Saranku, kalian harus sampai di pelabuhan 1 jam sebelum keberangkatan. Kalian bisa cek lagi jadwal keberangkatannya di www.indonesiaferry.co.id .

Sesampainya di Pelabuhan Balohan, Sabang, Aceh.

Saranku kalian menginap saja di Pantai Iboih, viewnya bagus, banyak homestay, bisa snorkling dan lebih dekat ke Tugu 0 KM dibanding jika kalian menginap di pusat Kota Sabang. Dari Pelabuhan Balohan, kalian bisa langsung sewa motor. Ini opsi terbaik menurutku daripada kalian harus naik ojek dulu dari pelabuhan, dan sewa motornya di Iboih.

Sewa motor dari Pelabuhan, harganya di kisaran 75 ribu sampai dengan 100 ribu, tergantung apa motornya, berapa hari pemakaian, dan seberapa tinggi skill kalian dalam menawar,haha. Kebetulan waktu di kapal ada warga lokal yang tiba-tiba menawariku buat sewa motor, karena tampangku dah keliatan kalo tampang backpackeran katanya, hehe. Tapi kalian tenang aja, di sekitar pelabuhan banyak penyewaan motor kok, kalian bisa langsung tanya-tanya disana.

Cuss, akhirnya aku langsung menuju Pantai Iboih. Karena waktu itu aku ambil keberangkatan yang terakhir (14.30) alhasil sampai Pantai Iboih sudah hampir magrib. Ak putusin untuk langsung istirahat saja.

Penginapan di lokasi wisata paling ramai di Sabang.

Hari pertama ak tiba di Sabang, aku menginap di Pele’s Place Homestay, di Pantai Iboih. Tempatnya kece abis cuy. Langsung menghadap ke pantai. Tp karena ak booking yang paling murah, which is yg cuma 200 ribu, alhasil ak dapat kamar yang agak di di atas, ga di pinggir pantai persis. Tp aura pantai masih terasa kok. Tempat makannya juga keren, tepat di atas pantainya.

Di Pele Homestay ak cuma menginap semalam aja, esok harinya ak nemu penginapan yang lebih murah, cuma 100 ribu, namanya Mama Mia’s Bungalows. Tempatnya ga sebagus Pele’s sih, tp siapa peduli, gua kan berwisata alabackpacker, bukan fancy traveller, orientasi gw cuman murah, murah dan murah, wkwkwkwkwk.

Owner Mamamia ini ibu-ibu sudah sangat berumur, sudah di atas 60 tahun, tapi beliau sangat baik. Harusnya harganya ga bisa 100 rb, tp karena skill negoku, ak bisa dapat harga segitu, hahaha. Mamamia ini sebenernya adalah nama panggilan ibu pemilik homestay ini. Tiap malam Mamamia selalu mengadakan family dinner. Disini kita bisa makan malam bersama traveller lain dari seluruh dunia. Mereka ga cm menginap di mamamia tp juga dr homestay lain di sekitarnya. Ini adalah moment yang bisa kalian manfaatkan ketika travelling, kalian bisa bertukar pikiran dan menambah wawasan dari traveler negara asing.

Oiya, waktu di Tugu KM 0 ak bertemu dengan kawan asal Tebing Tinggi Medan, namanya Erwin Syah, dan kebetulan dia juga solo traveler dan belum booking penginapan, akhirnya aku ajak dia buat stay bareng di Mama Mia’s, lumayanlah jadinya bisa share cost penginapan, hehehehe. Dan akhirnya ak juga punya partner buat explore tempat-tempat wisata di Sabang.

Nah, kalo kalian mau cari penginapan lain ala rumah warga lokal yang nyaman dan unik, kalian bisa cek harga dan fasilitas yang ditawarkan di link widget di bawah ini ya guys. Lokasinya sudah aku sesuaikan di Pantai Iboih, Pulau Weh.

Baca juga : Jalan-jalan di Monaco dan menelusuri keunikannya.

Tempat-tempat Wisata Sabang, Pulau Weh yang wajib dikunjungi

1.Tugu Kilometer 0 Sabang, Aceh.
Wisata Sabang Aceh
Monumen Kilometer 0, Sabang Aceh

Yups, ini adalah klimaks bagi siapa saja yang melakukan perjalanan wisata ke Sabang, Aceh. Monumen ini adalah penanda ujung barat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Akhirnya, kesampaian juga diriku singgah di tempat ini.

Dari Homestay tempatku tinggal. Tugu 0 KM ini bisa dicapai hanya dalam 20 menitan, melewati jalanan dengan hutan belantara di samping kanan kirinya. Beberapa menit sebelum sampai Monumen KM 0 ini, kalian bisa saja liat kera-kera liar maupun babi hutan melintas di jalanan.

Ak datang ke tempat ini menjelang sunset. Viewnya wonderpul pokoknya. Kalian ga bakal nyesel kalo sudah menginjakkan kaki di tempat ini. Trust me guys!

2. Pantai Iboih, Sabang
Pantai Iboih sebagai salah satu destinasi wisata sabang
Pantai Iboih

Nah, pantai Iboih ini adalah pantai yang paling ramai dikunjungi wisatawan. Alasanya pantainya bersih, garis pantainya cukup panjang. Banyak penginapan dan banyak tour operator buat snorkling maupun diving. Inilah alasanku menginap disini. Bahkan ak ga perlu pakai jasa tour operator buat snorkling di Iboih. Cukup sewa alat snorkle nya aja, terus nyemplung di pantai depan homestay. Ikannya juga banyak, airnya juga jernih.

3. Pulau Rubiah

Nah kalo kalian pakai jasa tour di Pantai Iboih, kalian punya kesempatan buat snorkling di Pulau Rubiah, lokasi pulau ini persis di hadapan Pantai Iboih. Katanya view terumbu karangnya juga lebih lengkap, ikanya juga lebih beragam dibanding di pantai depan homestay.

Mau diving juga bisa, tapi pastikan dulu kalo kalian punya sertifikat diving ya guys. Diving bukan buat sembarang orang ya, harus ikut pelatihan terlebih dahulu.

Pantai Rubiah wisata sabang
Tempat penyeberangan menuju Pulau Rubiah
4. Goa Sarang, Sabang

Goa Sarang adalah salah satu tempat yang recommended buat dikunjungi. Goa Sarang aslinya adalah sarang dari burung walet. Sekilas Goa Sarang ini nampak seperti Raja Ampat karena dikelilingi perbukitan yang menjulang tinggi.

Nah, untuk mengeskplore goa sarang ini kalian harus menyewa boat yang disediakan oleh warga lokal. Kalo ga salah 200 ribu 1 boat nya.

5. Benteng Bunker Jepang, Sabang.

Dilihat dari sejarahnya, Sabang memang memiliki lokasi yang strategis. Tak heran Jepang membangun benteng pertahanan di Sabang. Lokasinya di sepanjang garis Pantai Anoi Itam. Uniknya benteng ini adalah benteng bawah tanah. View dari atas benteng juga sangat menarik.

6. Pantai Sumur Tiga, Sabang
Pantai Pasir Putih Sabang, destinasi wisata sabang
7. Mercusuar Ie Meulee
Wisata Sabang, Aceh
Salah satu spot yang bisa jadi bukti autentik kalo kita pernah ke Pulau Weh

Nah di Mercusuar ini ada tulisan Pulau Weh. Ini yang bisa jadi bukti autentik bahwa kita pernah ke Sabang maupun Pulau Weh selain berfoto di Tugu KM 0.

Sebenernya masih banyak lagi tempat-tempat di Sabang yang bisa diexplore, termasuk pantai-pantai yang tidak bisa saya sebutkan semuanya. Karena waktu itu, ak tinggal jalan aja pake motor dan berhenti di pantai mana aja yang sekiranya ak suka, jadi banyak pantai yang ak lupa namanya. Tempat wisata Sabang lainya bisa kalian cek di link ini.


Demikian cerita perjalanan wisataku di Sabang, Aceh. Artikel ini aku tulis berdasarkan pengalaman pribadiku selama di Sabang dan Banda Aceh. Semoga apa yang aku tulis ini bermanfaat bagi kalian semua yang membacanya, dan apabila ada kesalahan dalam hal data atau yang lainya, aku mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Bagi kalian yang ingin tahu tips dan trik backpacking murah Keliling Asean 3 Negara, mulai dari Singapura, Malaysia kemudian Thailand lewat jalur darat dengan budget 5 jutaaan aja, kalian bisa kunjungi artikelku yang ini : Trip Keliling Asean, 3 Negara Naik Bus. Dan apabila kalian mau lanjut perjalanan ke Sumatera Utara, kalian bisa baca artikelku yang ini: Trip Keliling Sumatera Utara!! Dari Medan hingga Nias

Apabila masih ada pertanyaan yang masih ingin ditanyakan, kalian bisa kontak aku di Instagram @tint_aryaatau FB : Tinton Arya Sasmita. Selama ak lagi ga ada kerjaan, aku pasti akan balas chat yang masuk kok.

See you in the next article guys!



Halo teman-teman, saat ini kalian juga bisa ikut support blog Alabackpacker.com agar terus berkembang dengan konten-konten bermanfaat lainnya dengan cara klik iklan yang ada di artikel ini, cukup 1 iklan saja. Atau dengan cara booking segala kebutuhan traveling kalian melalui link afiliasi yang tertera di bawah ini :

Kami ucapakan terimakasih yang sebesar – besarnya karena kalian bersedia membaca artikel ini sampai akhir. Semoga bermanfaat ya

My journey is sponsored by :



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here